Basarnas Temukan 9 Korban Kecelakaan ATR di Gunung Bulusaraung, 1 Masih Dicari
January 23, 2026 07:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan telah menemukan sembilan dari total sepuluh penumpang.

Dengan temuan tersebut, hanya satu penumpang yang masih dinyatakan hilang pada hari keenam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR).

Melansir  Tribunnews.com, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, mengungkapkan bahwa dari sembilan korban yang ditemukan, enam korban berhasil dievakuasi pada Kamis. 

Namun, seluruh korban tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh, mengingat medan lokasi yang sulit dan dampak kecelakaan yang cukup parah.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban terakhir dengan memaksimalkan personel dan peralatan, meski dihadapkan pada medan terjal dan cuaca yang berubah-ubah

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” katanya saat ditemui di Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Arif menjelaskan penemuan korban dilakukan secara bertahap sejak hari pertama Operasi SAR.

Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026), masing-masing satu korban ditemukan dalam kondisi utuh. 

Keduanya telah diidentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dedeh Maulana dan Pramugari Florencia Lolita Wibisono.

Satu body part atau bagian tubuh telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), Rabu (21/1/2026) malam.

Enam korban lainnya ditemukan pada hari keenam pencarian.

“Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelasnya.

Ia menegaskan, Operasi SAR akan ditutup setelah satu korban terakhir berhasil ditemukan.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut Operasi SAR masih memiliki batas waktu sesuai ketentuan dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

“Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” katanya.

Terkait puing-puing pesawat, Muh Arif menyampaikan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan berserakan di sekitar lokasi penemuan korban.

“Puing-puing berada di sekitar korban. Yang paling jauh sekitar 49 meter, sementara lainnya berjarak 20 hingga 30 meter,” ungkapnya.

Sementara itu, analisis teknis mengenai penyebab kecelakaan serta pola sebaran puing pesawat menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Itu ranah KNKT, bukan kami,” tutupnya.

Satu Jenazah Dibawa ke RS

Satu ‎jenazah ‎dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, ‎Makassar dan diperkirakan sampai di Makassar, Kamis (22/1/2026) ‎pukul 23.00 Wita.

Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan ‎mengatakan jenazah ditemukan bersamaan lima jasad lainnya kedalaman 350 meter dari puncak Bulusaraung. ‎‎Lima jasad lainnya akan dievakuasi besok ‎(jumat) pagi.

Satu jasad yang telah dibawa ke Makassar ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita.

Kemudian dievakuasi ke puncak ‎Bulusaraung dan tiba pukul 17.56 Wita.

‎"Pada pukul 17.56 tim berhasil ‎mengevakuasi korban dari kedalaman 350 meter," jelasnya.

‎Jasad kemudian tiba di Posko SAR ‎Gabungan pukul 20.24 Wita.

‎"Pukul 21.41 berangkat ke Rumah Sakit Bhayangkara, estimasi tiba dua jam," ucapnya.

Lima jasad yang ‎belum dievakuasi berada di lereng dan dijaga empat belas personel Tim SAR Gabungan.

‎"Ada 14 orang bermalam dengan korban. Mereka menjaga dan memastikan seluruhnya aman," jelasnya.

300 Personel Turun Evakuasi 6 Jenazah

Tim SAR Gabungan mengerahkan 300 personel mengevakuasi enam jasad penumpang Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (22/1/2026). 

Andi Sultan, mengatakan terdapat penambahan personel untuk evakuasi karena medan yang terjal. 

‎"Karna medan terjal, jadi kami tambah pasukan 200 personel dari sebelumnya 128," ucapnya.
‎‎Jumlah tim evakusi yang dikerahkan sebanyak delapan tim.

Jasad dievakuasi ke Posko SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep. 

‎Lokasi penemuan enam jasad berada di ketinggian 200 meter dari bawah puncak Gunung Bulu Saraung.

‎Penemuan jasad terpisah-pisah, dengan perkiraan radius 50 meter. 

‎"Awalnya ditemukan satu jasad dari puncak Gunung Bulusaraung, kemudian setelah itu ditemukan paket jasad lainnya," jelasnya. 

‎Pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 memasuki hari ke-6. 

‎Total 1.078 personel diterjunkan. Tim mulai bergerak sejak pukul 07.00 Wita.

Total penumpang tercatat mencapai 10 orang di dalam pesawat nahas ini.

Tujuh kru penerbangan terdiri atas Kapten Andy Dahananto selaku pilot, serta enam awak lainnya, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Heriadi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden Mulyana (pengelola barang milik negara) , Ferry Irawan (analis kapal Pengawas) dan Yoga Naufal (Operator foto udara).

Baca juga: Kebohongan Rangga ke Mertua Soal Kematian Istrinya, Sri Ditemukan Tertutup Sprei



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.