Santri Tenggelam di Sungai Alalak Batola, Korban Remaja Asal Pelaihari
January 23, 2026 08:44 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA-Seorang anak berusia 13 tahun dengan inisial MY yang dilaporkan tenggelam di Sungai Alalak, Kawasan Brangas Barat, Rai 17 Gang Famili RT02, Kabupaten Barito Kuala, adalah santri asal Pelaihari, Kamis malam (22/1/2026).

MY diketahui merupakan santri dari salah satu pesantren di wilayah tersebut.

Statusnya sebagai santri asal Pelaihari dikonfirmasi langsung oleh guru dan rekan-rekannya yang berada di lokasi.

Pihak pesantren juga telah menghubungi keluarga, dan kedua orang tua MY dikabarkan sedang menuju lokasi untuk menjemput jasad anak mereka yang masih dalam pencarian.

Baca juga: BREAKING NEWS-Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Alalak Batola, Relawan dan Warga Lakukan Pencarian

Peristiwa bermula ketika MY bersama sekitar 20 santri lainnya memanfaatkan waktu sore yang disebut sebagai waktu kosong untuk bermain di sungai. Aktivitas tersebut berlangsung dalam pengawasan pembimbing.

“Saya saat itu masih bersama anak-anak, kita juga sudah mengimbau tolong yang tidak bisa berenang jangan berenang. Kemudian ketika mau masuk jamnya (perpindahan jadwal kegiatan), saya sampaikan ‘15 menit kita kumpul yah,” ujar Yasir, guru MY.

Para santri bermain dengan melompat dari atas jembatan lalu berenang beriringan sekitar 10 meter ke arah timur laut.

MY sendiri diketahui tidak ikut berenang, karena terlihat berjalan mondar-mandir di tepi jalan dekat sungai.

“Lalu anak-anak datang bertanya ‘Ustadz, MY mana?’. Di situlah mulai saya panik. Padahal kita sudah jaga, kami kira dia tidak ikut berenang karena kita lihat mondar-mandir saja (di jalan tepi sungai)," tambah Yasir.

Ketika rombongan santri selesai berenang dan menepi, seorang rekan MY bernama IH kembali ke arah jembatan. Namun saat tiba, IH melihat MY sudah terjun ke sungai. IH pun ikut melompat mencoba mendekati MY.

Ia sempat melihat senyum MY, namun kemudian MY hilang dan tidak muncul lagi ke permukaan.

“Nggih, dia sempat senyum,” kata IH dalam kondisi masih berduka.

Baca juga: Berpura-pura Melayat ke Rumah Duka, Pelayat Embat Uang Duka, Modus Diungkap Warga

“Sempat senyum sebentar disangka begayaan (bercanda) si IH ini tidak tahu. Ternyata selajur menghilang,” sahut Ibrahim, guru MY lainnya.

Pihak pesantren menegaskan bahwa kegiatan di luar sudah melalui izin dan memiliki SOP. Namun, saat itu tidak diketahui bahwa MY ikut berenang.

“Nggih sudah kami beri tahukan ke pihak keluarga. Adapun kegiatan di luar ada izin dan ada SOP-nya. Tapi memang tidak ketahuan dia berenang,” jelas Yasir. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.