Motif dan Hasil Visum Kasus Penimakan di Depan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas Sorong
January 23, 2026 11:27 AM

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Polres Sorong mengungkap motif dan hasil visum kasus penikaman di kawasan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (18/1/2026) lalu.

Dalam perisitwa itu korban Cristina Ewit Syufi (22) meninggal di lokasi sedangkan pelaku kabur dengan mobil.

Baca juga: Breaking News: Hendak Ibadah, Perempuan Ditikam di Depan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas Sorong

Kasat Reskrim Polres Sorong Iptu Erikson Sitorus menjelaskan, peristiwa bermula saat korban hendak mengikuti ibadah dan turun dari kendaraan transportasi daring di depan gereja. 

Saat itu, terduga pelaku MS sudah menunggu dan menusuk korban dibagian punggung kiri.

Baca juga: Update Kasus Penikaman di Depan Gereja Aimas Sorong, Kakak Korban Ungkap Akar Masalah

Setelah ditusuk, korban sempat berlari ke arah pintu gerbang gereja, namun terjatuh dan beberapa menit kemudian meninggal dunia.

“Kami mulai mencari pelaku dan berhasil kami tangkap di Kampung Sisir, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan,” kata Erikson kepada TribunSorong.com, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan hasil visum medis, lanjut dia, korban mengalami satu luka tusukan di bagian punggung kiri.

Motif terduga pelaku karena merasa sakit hati terhadap korban.

“Untuk pasal yang diterapkan, kami mengarah pada dugaan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pembunuhan Keji di Depan Gereja Katolik St. Bernardus Aimas Sorong

Ia menambahkan, upaya mediasi dengan pihak keluarga hanya terkait penyelesaian adat, namun proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas pascakejadian dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memperkeruh situasi.

“Kami harap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” katanya. 

Baca juga: Polres Sorong Mediasi Keluarga Korban Penikaman Aimas: Kedua Belah Pihak Sepakat Jaga Kamtibmas 

Ambruk di halaman gereja

Kasus penikaman di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pada Minggu (18/1/2026), merenggut nyawa Cristina Syufi (22).

Kakak kandung korban, Maria Syufi mengaku terpukul dan sedih atas nasib tragis yang menimpa adiknya, terlebih kejadiannya di depan rumah ibadah.

"Persitiwa terjadi di depan gereja, di depan banyak orang. Ini duka kami keluarga," ujarnya.

Menurut Maria, adiknya dan terduga pelaku berinisial MS memiliki persoalan rumah tangga, yakni adanya perempuan lain.

Korban dan MS merupakan pasangan suami istri yang menikah secara adat serta dikaruniai dua orang anak.

Maria menyebut, pihak keluarga beberapa kali berupaya menyelesaikan masalah secara baik-baik, bahkan membantu kehidupan mereka.

"Adik saya lalu kembali tinggal bersama keluarg. Sejak perpisahan itu, dia (terduga pelaku, red) kerap mengancam adik saya atau saya, hingga akhirnya peristiwa pun benar-benar terjadi," katanya.

PENANGKAPAN PELAKU PENIKAMAN - Tim gabungan Polres Sorong dan Polres Maybrat foto bersama dengan terduga pelaku penikaman wanita di depan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (18/1/2026). Terduga pelaku ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Sorong dan Polres Maybrat di Kampung Sisir, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan.
PENANGKAPAN PELAKU PENIKAMAN - Tim gabungan Polres Sorong dan Polres Maybrat foto bersama dengan terduga pelaku penikaman wanita di depan Gereja Katolik Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (18/1/2026). Terduga pelaku ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Sorong dan Polres Maybrat di Kampung Sisir, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan. (Sumber Lain/Tidak Ada)

Ia bersama keluarga berar berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar diproses hukum setimpal.

"Kami mohon agar polisi menjalankan tugasnya," kata Maria.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Sorong Ipti Erikson Sitorus mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku serta motif kejadian tersebut.

"Pelaku masih kami lidik (penyelidikan, red),” ujar Sitorus.  (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.