Curhatan Mati Listrik dari Anggota DPR Buat Menteri Bahlil Tertawa, Awalnya Bahas Bencana Banjir
January 23, 2026 11:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tawa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pecah di ruang rapat DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Reaksi itu muncul setelah Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDIP, Cornelis, mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait pemadaman listrik di Jakarta akibat banjir.

Momen tersebut terjadi di tengah Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Menteri ESDM.

Di penghujung penyampaiannya, Cornelis tiba-tiba menyinggung kondisi rumahnya yang terdampak banjir Jakarta sejak hujan deras mengguyur ibu kota pada pagi hari.

"Satu lagi Jakarta banjir, (rumah) saya kena mati listrik, pak tolong pak, PLN-nya," ucap Cornelis.

Curhatan singkat itu langsung disambut tawa Bahlil di hadapan peserta rapat.

Sebelum menyinggung banjir Jakarta, Cornelis lebih dulu menyoroti persoalan yang menurutnya jauh lebih mendesak, kondisi pascabencana di wilayah Sumatera.

Ia meminta Kementerian ESDM memberi perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Saya tidak berbasa-basi. Saya ingin pak menteri dan kawan-kawan di daerah bencana ini tolong perhatikan betul-betul aspek kemanusiaannya, yaitu listrik, BBM dan gas 3 kilo," kata Cornelis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ia menekankan gangguan energi di wilayah bencana tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terutama terkait distribusi BBM dan pemulihan jaringan listrik yang rusak.

"Bagaimana mereka mendapat atau tidak, perusakan yang rusak-rusak itu diperbaiki atau tidak, terutama listrik yang kedua masalah BBM," imbuhnya.

Cornelis juga mendorong agar pemerintah tidak terhambat persoalan anggaran dalam melakukan perbaikan infrastruktur energi.

Menurutnya, kerusakan akibat bencana membutuhkan respons cepat, termasuk melalui penyesuaian anggaran bila diperlukan.

Baca juga: Nasib Dede 10 Tahun Bersihkan Sampah Gorong-gorong Tanpa Digaji di Bogor: Lindungi Warga dari Banjir

"Kalau memang ada perbaikan-perbaikan. Kan tidak ada dalam anggaran nah, segera pak menteri ajukan dalam perbaikan supaya ada perubahan anggaran, supaya anggaran itu bermanfaat untuk rakyat karena Aceh rusak berat, Sumatera Utara Sumatera Barat. Nah, ini semua bencana ini bukan karena air saja, tapi tanah yang longsor," ucapnya.

Pernyataan Cornelis itu menutup rangkaian intervensinya dalam rapat, yang kemudian diakhiri dengan kelakar soal pemadaman listrik di rumahnya, sebuah momen yang membuat suasana rapat mendadak cair.

BANJIR JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tertawa saat mendengar curhatan Anggota Komisi XII DPR RI F-PDIP Cornelis, yang rumahnya terkena pemadaman listrik karena banjir Jakarta. Momen itu terjadi dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kamis (22/1/2026).
BANJIR JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tertawa saat mendengar curhatan Anggota Komisi XII DPR RI F-PDIP Cornelis, yang rumahnya terkena pemadaman listrik karena banjir Jakarta. Momen itu terjadi dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kamis (22/1/2026). (YouTube/DPR RI)

Istana Minta Maaf

Istana Kepresidenan RI melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permintaan maaf atas banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah ibu kota, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah prihatin atas genangan yang melumpuhkan Ibu Kota.

“Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan.

Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca.

Harapannya, intensitas hujan bisa ditekan di tengah puncak musim hujan Januari.

15 RT dan 20 Ruas Jalan Terendam

BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 15 RT dan 20 ruas jalan tergenang dengan ketinggian air antara 10–90 cm.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, memastikan personel sudah dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT dan 20 ruas jalan tergenang,” ujarnya.

BANJIR JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026). Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus permintaan maaf atas banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah Ibu Kota.
BANJIR JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026). Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus permintaan maaf atas banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah Ibu Kota. (Tribunnews/Taufik Ismail)

Suara Warga dan Pengendara

Warga di Jakarta Barat menyebut air setinggi lutut hingga pinggang membuat aktivitas rumah tangga lumpuh dan anak-anak tidak bisa berangkat sekolah.

Sejumlah pengendara motor di Jakarta Timur mengeluhkan kendaraan mogok di tengah genangan sehingga harus mendorong motor dan menimbulkan kemacetan panjang.

Sementara itu, penumpang KRL mengaku perjalanan terganggu karena rel tergenang, kereta berjalan lambat, dan banyak pekerja terlambat sampai kantor.

Baca juga: Nasib Sherly Annavita Usai Kritik Penanganan Banjir Sumatera, Diteror Telur Busuk & Mobilnya Dicoret

Penanganan Darurat
Isnawa menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air.

“Kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Isnawa.
 
Jakarta kembali diuji banjir di puncak musim hujan. Warga menanti solusi nyata pemerintah, bukan sekadar permintaan maaf. (TribunNewsmaker/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.