TRIBUNMANADO.CO.ID - Walikota Manado Andrei Angouw memastikan pembangunan infrastruktur tetap jalan di 2026 kendati ada pemotongan dana transfer daerah.
Hal itu ia ungkapkan pada jumpa pers evaluasi tahun 2025 dan program tahun 2026 di Cafe D Tang beralamat Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, kota Manado, Sulut, Jumat (23/1/2026).
Konferensi pers tersebut dihadiri Angouw, Wawali Richard Sualang, Sekda Manado Steven Dandel, Kadis Kominfo Manado Noviyanti Mongkau serta para wartawan yang ngepos di Pemkot Manado.
Baca juga: Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 12 SMA tentang Hak Dan Kewajiban Warga Negara
"2026, program sama dengan tahun sebelumnya dengan anggaran lebih terbatas karena kebijakan pemotongan dana transfer daerah," katanya.
Sebut dia, dana yang terpotong untuk Pemkot Manado terhitung besar.
Mencapai Rp. 200 Miliar.
"Namun kami tak mau mengeluh, kami akan memaksimalkan sumber daya yang ada, sudah tugas kami untuk memenej itu," katanya.
Ia menyebut pembangunan pedestrian akan jalan terus.
Begitu pun dengan pembangunan sarana umum.
"Perbaikan sekolah juga akan berlanjut," kata dia.
Untuk insentif rohaniawan dan lainnya, kata dia, akan berlanjut.
Hanya saja pemberlakuannya menanti acuan dari pusat.
Pada kesempatan itu, Andrei mengemukakan keinginannya agar semakin banyak orang yang ke Manado.
"Bukan hanya berkunjung, tapi berinvestasi, supaya semakin banyak uang berputar di sini, pendapatan kita naik dan pengeluaran turun," katanya.
Andrei membeber, pada tahun lalu, Pemkot Manado menggeber sejumlah program.
Antaranya upgrade infrastruktur, menara TPA serta tingkatkan kualitas pelayanan air bersih. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini