Kelalaian Dapur Diduga Picu Keracunan, BGN Siak Tutup Sementara SPPG Telaga Samsam
January 23, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK -  Dugaan kelalaian serius dalam proses pengolahan makanan mencuat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Tuah Karya itu resmi ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah diduga menyebabkan keracunan pada puluhan siswa penerima manfaat di SMKN 1 Kandis.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari, mengungkapkan peristiwa ini berawal dari laporan pihak sekolah pada Selasa (13/1/2026) pukul 09.20 WIB.

Pihak sekolah menyampaikan adanya sejumlah siswa SMKN 1 Kandis mengalami diare usai mengonsumsi makanan program MBG.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala SPPG bersama ahli gizi dan asisten lapangan langsung turun ke sekolah. Memang saat itu tim menemukan beberapa siswa dalam kondisi diare,” ujar Lisa, Jumat (23/1/2026). 

Ia menerangkan,  akhirnya 21 siswa harus mendapatkan penanganan medis berupa infus di klinik terdekat.

Sementara  siswa lainnya ditangani di sekolah dengan bantuan tenaga kesehatan.

Namun, fakta paling krusial justru terungkap dari proses memasak sehari sebelumnya.

Baca juga: Target Penerima MBG di Riau Akan Ditambah Tahun 2026, KPPG Mulai Lakukan Pendataan

Baca juga: Sidak SPPG, Kepala KPPG Pekanbaru Tegaskan MBG Harus Penuhi Standar Gizi

 

Lisa menjelaskan, pada Senin (12/1/2026) saat proses masak berlangsung, ahli gizi telah menemukan adanya bumbu pelengkap yang kondisinya tidak layak.

Instruksi tegas pun sudah diberikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan segera diganti dengan yang baru.

Sayangnya, instruksi tersebut diabaikan oleh petugas masak. Mereka tidak mengganti bahan, tim dapur malah tetap menggunakan bumbu bermasalah itu dengan mencampurkan baking powder. Asumsi mereka untuk menutupi rasa asam pada santan atau bumbu.

“Ini jelas bentuk kelalaian. Instruksi ahli gizi tidak dipatuhi, dan bahan yang tidak layak tetap dipaksakan digunakan,” tegas Lisa Wahari.

Makanan hasil olahan dapur tersebut kemudian tetap dikemas dan didistribusikan ke sejumlah sekolah dan Posyandu, termasuk SMKN 1 Kandis.

Meski pada hari Senin hingga sore hari belum ada laporan keluhan, dampaknya baru terasa keesokan harinya saat para siswa mulai mengalami gangguan pencernaan.

BGN menilai kejadian ini sebagai pelanggaran serius terhadap standar keamanan pangan.

Akibatnya, SPPG Telaga Samsam langsung ditutup sementara hingga pihak pengelola mampu memenuhi seluruh ketentuan dan standar operasional yang ditetapkan BGN.

“Penutupan ini bentuk tanggung jawab dan langkah tegas. Keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” ujar Lisa.

Evaluasi Menyeluruh

BGN juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur SPPG tersebut, termasuk kedisiplinan petugas, kepatuhan terhadap instruksi ahli gizi, serta pengawasan bahan baku.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam pengolahan makanan dapat berdampak serius terhadap kesehatan anak-anak.

Mitra pemilik dapur SPPG Kampung Telaga Samsam, Roliyah alias Lala, mengakui adanya kejadian siswa sakit perut yang dikaitkan dengan MBG yang didistribusikannya. Ia mengatakan laporan pertama diterimanya dari pihak SMKN 1 Kandis pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.00–10.00 WIB.

“Saya dapat laporan dari guru SMKN 1 Kandis bahwa ada siswa yang mengeluh sakit perut dan diare. Begitu dapat kabar, saya langsung perintahkan tim SPPG turun ke sekolah,” ujar Lala.

Menurut Lala, kondisi siswa bervariasi, mulai dari lemas hingga diare cukup berat. Pihak dapur kemudian membawa siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan ke klinik terdekat, sementara siswa lain ditangani di sekolah dengan pendampingan tenaga medis.

“Yang kondisinya berat langsung kami bawa ke dokter. Saya minta jangan ke Puskesmas, langsung ke klinik, dan semua biaya saya tanggung penuh,” tegasnya.

Lala menyebutkan, 21 siswa harus mendapatkan perawatan medis, sebagian di antaranya menjalani tindakan infus. Ia memastikan seluruh siswa telah ditangani dan dipulangkan pada hari yang sama, meskipun ada beberapa siswa yang sempat menjalani observasi lanjutan.

Menu MBG yang didistribusikan pada Senin (12/1/2026), kata Lala, terdiri dari nasi putih, ayam gulai, daun ubi rebus, sambal hijau, tahu goreng, dan buah pisang.

Menu tersebut tidak hanya disalurkan ke SMKN 1 Kandis, tetapi juga ke sejumlah sekolah lain, Posyandu, Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kandis.

“Distribusinya barengan, menunya sama, omprengnya juga sama. Tapi laporan sakit hanya dari SMKN 1 Kandis,” ujarnya.

Meski demikian, akibat kejadian tersebut, SPPG Kampung Telaga Samsam tetap ditutup sementara sesuai prosedur penanganan kejadian luar biasa (KLB) pangan.

“Ini penutupan sementara untuk sterilisasi dan evaluasi, maksimal dua minggu. Bukan pencabutan izin,” kata Lala.

(Tribunpekabaru.com/mayonal putra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.