Oknum TNI AL di Talaud Diduga Aniaya 6 Warga, Seorang Guru Turut Jadi Korban
January 23, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Media sosial dihebohkan dengan informasi dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Lanal Melongguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (23/1/2026).

Dari informasi yang diterima Tribun Manado, jumlah korban dalam peristiwa tersebut mencapai enam orang warga.

Berdasarkan pantauan Tribun Manado dari foto-foto yang beredar, salah satu korban yang diketahui berprofesi sebagai guru tampak mengalami pembengkakan cukup parah di bagian mata sebelah kanan. 

Area tersebut terlihat memerah akibat dugaan pemukulan.

Tak hanya itu, pada bagian belakang tubuh korban juga terlihat luka goresan yang cukup besar, diduga akibat tindakan kekerasan fisik yang dialaminya.

Insiden tersebut sontak memicu kemarahan warga setempat. Sejumlah masyarakat yang berjumlah 350 orang kemudian menggelar aksi spontan sebagai bentuk protes di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane.

Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.IK., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari masyarakat.

“Masyarakat sudah melapor ke Polres dengan jumlah pelaku yang dilaporkan sebanyak enam orang,” ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.

Ia menjelaskan, awalnya korban hanya satu orang.

Namun, selang beberapa waktu, lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian tersebut justru ikut menjadi korban penganiayaan.

“Korban awal satu orang, kemudian lima orang yang menanyakan kejadian ikut juga menjadi korban, sehingga total korban berjumlah enam orang,” jelasnya (Ren)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Manado Sulut Sabtu 24 Januari 2026, Besok Langit Semua Kecamatan di Ibu Kota Berawan

Kronologi

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat ia sedang memancing di pelabuhan.

Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk.

Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.

“Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap Korban.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian tidak berhenti di situ.

Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. 

Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.

Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

(TribunManado.co.id/Ren)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.