TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penemuan jasad remaja di sebuah gang permukiman Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, telah menemui titik terang.
Pihak kepolisian telah mengungkap motif di balik tewasnya Godbless Solang (13) yang ditemukan warga pada Selasa (20/1/2026) lalu.
Peristiwa ini bermula dari sebuah pesta minuman keras (miras) yang digelar di salah satu rumah di Kelurahan Mahakeret.
Mahakeret adalah kelurahan di Kota Manado yang berjarak sekitar 6,5 km dari pusat kota Pasar 45 Manado.
Suasana yang awalnya merupakan ajang kumpul-kumpul tersebut mendadak berubah menjadi menegangkan akibat adanya selisih paham.
Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, membeberkan kronologi singkat bagaimana perselisihan tersebut berujung pada tindakan kriminal fatal.
Saat hendak pulang menggunakan sepeda motor, terjadi kesalahpahaman antara korban dan terduga pelaku berinisial VP (18).
Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengambil sebilah senjata tajam dan menikam korban.
"Korban mengalami luka tikaman di bagian punggung dan sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia," ujar AKP Elwin, saat ditemui Tribun Manado, Com, (22/1/2025).
Meski sempat mencoba melarikan diri untuk mencari pertolongan, luka yang diderita korban cukup parah.
Walhasil korban ditemukan tak bernyawa oleh warga setempat.
Saat ini, kepolisian terus mendalami keterangan dari para saksi guna memperkuat bukti-bukti terkait peristiwa penikaman tersebut.
AKP Elwin menegaskan bahwa proses hukum sedang berlangsung.
"Sudah kita sudah minta sanksi-sanksi lain termasuk teman-teman korban yang minum bersama," terangnya.
Pelaku berinisial V kini telah mendekam di sel tahanan Polresta Manado.
Pihak penyidik masih bekerja untuk menyusun konstruksi perkara secara mendetail sebelum kasus ini dilimpahkan ke pengadilan.
"Untuk sementara penyidik masih melengkapi berkas perkara guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut," pungkasnya.
Aneke Tambajong selaku keluarga almarhum Godbless Solang (13) menyampaikan bahwa keluarga mengampuni terduga pelaku penikam ponakannya hingga ditemukan meninggal di Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa 20 Januari 2026.
Meski telah memaafkan terduga pelaku, keluarga menegaskan proses hukum tetap harus berjalan.
Ia mengatakan keluarga meminta keadilan atas kematian ponakannya, karena Godbless adalah keponakan laki-laki satu-satunya di keluarga mereka, sekaligus cucu laki-laki satu-satunya yang menjadi harapan besar keluarga.
Aneke menuturkan meski keluarga tidak memiliki banyak harta untuk diwariskan kepada Godbless, namun kasih sayang keluarga sangat besar kepada almarhum.
Godbless dikenang sebagai anak manis dan baik, tetapi nyawanya justru hilang dalam peristiwa yang menurut keluarga sulit diterima.
Ia menegaskan, meski keluarga sudah memilih untuk memaafkan, namun proses hukum tetap harus dilanjutkan.
"Agar pelaku mendapat efek jera, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang dan tidak ada korban lain seperti Godbless lainnya," kata Aneke Tambajong kepada Tribunmanado.co.id, di rumah duka di Perumahan Land of Grace, Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut Kamis 22 Januari 2026.
Jenazah Godbless dibawa ke rumah duka di Perumahan Land of Grace, Matungkas, setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Teling yang merupakan kediaman sang oma.
Setibanya di Matungkas, suasana duka semakin terasa saat Deitje Werupangkey menangis histeris di hadapan peti jenazah.
Dalam tangisnya, sang oma menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika semasa hidup cucunya pernah melakukan kesalahan.
“Minta maaf, minta maaf kalau dia buat salah, minta maaf,” ucapnya berulang kali sambil menangis histeris.
Ia juga meluapkan kesedihannya dengan kata-kata penuh pilu.
“Kasihan, kenapa kita pe cucu jadi begini,” katanya dengan suara bergetar.
Sepanjang ibadah penghiburan berlangsung, tangisan sang oma tak juga surut.
Raut wajahnya mencerminkan duka yang sangat mendalam, kehilangan seorang cucu yang begitu dicintainya.
Godbless Solang meninggal dunia di usia 13 tahun 6 bulan 17 hari, setelah ditemukan tak bernyawa di Lingkungan I Mahakeret, Kecamatan Wenang, Kota Manado.