Legilslator PKS Apresiasi Dapur Umum Banjir Jakarta, Minta Evaluasi Layanan Kesehatan Darurat
January 23, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengapresiasi kerja Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bersama Suku Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), serta masyarakat dalam penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta.

Menurut Ghozi, keberadaan dapur umum dan posko pengungsian sangat membantu warga terdampak, khususnya mereka yang terjebak di rumah akibat banjir.

“Saya mau mengapresiasi teman-teman Dinsos, Sudinsos, masyarakat, dan PMI yang membuat dapur umum serta posko-posko. Distribusinya luar biasa, bahkan banyak warga yang terjebak di rumah juga didistribusikan langsung,” kata Ghozi, Jumat (23/1/2026).

Ia menilai, distribusi bantuan sosial yang dilakukan hingga ke rumah warga menunjukkan kerja kolaboratif yang patut diapresiasi dalam situasi darurat.

Selain itu, Ghozi juga menyoroti kondisi kesehatan warga terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti lansia dan warga yang sedang sakit.

“Saya lihat di beberapa rumah banyak masyarakat yang sakit, ada lansia. Selain evakuasi oleh BNPB, kita juga memerlukan bantuan dari tenaga kesehatan. Ini yang perlu kita evaluasi,” katanya.

Ghozi mengungkapkan, sejumlah peristiwa yang beredar di media sosial menjadi perhatian serius, termasuk adanya warga yang meninggal dunia akibat terjebak kemacetan saat banjir melanda.

“Kita tentu berempati dan menyampaikan duka cita. Tapi ini juga menjadi catatan penting agar ke depan ada penanganan yang lebih cepat dalam kondisi darurat,” ucapnya.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengevaluasi sistem penanganan kedaruratan, khususnya dalam situasi banjir yang menyebabkan kemacetan parah dan menghambat akses layanan kesehatan.

“Perlu dipikirkan ke depan, misalnya dalam kondisi darurat seperti kemacetan parah akibat banjir, apakah bisa ada penanganan cepat, termasuk opsi gawat darurat udara. Negara harus bisa memastikan kehadirannya,” tegas Ghozi.

Menurutnya, selama ini pos-pos kesehatan memang disiapkan di lokasi banjir. 

Namun, kondisi kemacetan ekstrem seperti yang terjadi kemarin kerap membuat layanan kesehatan tidak terjangkau.

“Pos kesehatan ada, tapi kemacetan kemarin mungkin tidak terjangkau. Ini perlu kita pikirkan ke depannya,” ujarnya.

Ghozi menambahkan, evaluasi penanganan banjir tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga aspek kesehatan dan distribusi bantuan sosial.

“Ini menjadi evaluasi kita ke depan, khususnya dalam hal kesehatan dan distribusi sosial. Selebihnya, kita terus mendorong agar setiap kejadian seperti ini bisa dihadapi bersama-sama,” pungkasnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Evaluasi Penanganan Banjir Jakarta, DPRD DKI Soroti Pompa Mati hingga Kesigapan Petugas Pintu Air
  • Baca juga: Perumahan di Pondok Karya Jaksel Terendam Banjir, Perahu Karet Disiagakan Bantu Warga Keluar Rumah
  • Baca juga: Pramono Anung Pastikan Evakuasi Banjir Jadi Prioritas, Anggaran Pengungsi Sudah Disiapkan 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.