TRIBUN-BALI.COM - Perayaan hari ulang tahun (Ultah) Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di Bali berlangsung dengan sederhana namun penuh makna.
Mengusung tema “Merawat Pertiwi”, seluruh kader turun langsung melakukan aksi aksi nyata merawat lingkungan. Mulai dari pembersihan sampah, penanaman ratusan pohon, hingga restocking ikan.
Peringatan HUT ke-79 Megawati dipusatkan di Wantilan Pura Ulun Danu Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (23/1).
Kegiatan ini dihadiri kader dan pengurus PDIP dari berbagai tingkatan di Bali. Di antaranya Made Urip, Wayan Koster, Kariyasa Adnyana, Wayan Parta, Nyoman Suwirta, Kadek Setiawan, Putu Mangku Mertayasa, serta jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Buleleng.
Baca juga: TRUK Muat Batako Terjun Terguling ke Jurang 7 Meter di Bugbug, Luh Suartini Sempat Tak Sadarkan Diri
Baca juga: ANJLOK Okupansi Bali, PHRI Jelaskan Kondisinya, Sekda Tegaskan Kolaborasi Hadapi Tantangan Wisata!
Wakil Ketua Bidang Pemerintah, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik, dan Reformasi Birokrasi, dr. I Nyoman Sutjidra mengatakan, perayaan Ultah Ketua Umum PDIP tahun ini digelar sederhana dan dipusatkan di Kabupaten Buleleng.
Tema “Merawat Pertiwi” menjadi arahan agar seluruh kader turun langsung melakukan aksi lingkungan, mulai dari pembersihan sampah, penanaman pohon, hingga restocking ikan.
“Ini bentuk perhatian beliau. Ibu Mega pecinta tanaman. Karena itu kader PDI Perjuangan di Bali, termasuk di Buleleng, terus menerus melakukan kegiatan Merawat Pertiwi,” ujarnya.
Sutjidra menambahkan, kegiatan tersebut juga sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Upaya seperti pembersihan lingkungan dan penanaman pohon diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi.
Pemilihan kawasan Buyan disebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Danau Buyan merupakan daerah hulu sekaligus penyangga penting bagi Bali bagian utara dan selatan.
Namun, kondisi kedua danau dinilai perlu perhatian karena mulai terjadi pendangkalan. “Ini yang harus kita rawat agar tetap memberi kesejahteraan bagi masyarakat, baik di wilayah Tabanan maupun Buleleng,” katanya.
Total ada 300 pohon yang ditanam pada kegiatan ini. Jenisnya pun beragam, mulai dari seperti nangka, beringin, alpukat, dan jenis lainnya.
Sedangkan kegiatan restocking, total ada 5.000 bibit ikan nila disebar di Danau Buyan. Tak hanya itu, panitia juga memberikan bantuan sosial berupa 200 paket sembako untuk masyarakat Desa Pancasari.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan partainya selalu berpegang pada prinsip gotong royong dalam setiap kegiatan. Ia menyebut aksi “Merawat Pertiwi” juga merupakan cerminan kecintaan Megawati terhadap alam.
Sementara itu, DPC PDIP Kabupaten Badung mengelar kegiatan serupa bersama masyarakat, di Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Jumat (23/1). Mewakili Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan jika aksi “Merawat Pertiwi”
dilaksanakan sebagai bentuk konkret implementasi nilai-nilai Trisakti Bung Karno, khususnya berdaulat secara ekologi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Aksi Merawat Pertiwi adalah wujud tanggung jawab ideologis kader PDI Perjuangan kepada rakyat dan lingkungan. Partai tidak boleh berjarak dengan persoalan nyata masyarakat. Inilah politik yang membumi, politik yang bekerja, dan politik yang berpihak,” tegas Adi Arnawa.
Lebih lanjut, Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa peringatan ulang tahun Ibu Megawati menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader untuk terus menguatkan disiplin organisasi dan loyalitas ideologi.
DPC PDIP Badung juga menegaskan akan terus mengonsolidasikan kekuatan partai hingga ke akar rumput, menjadikan politik sebagai alat pengabdian untuk kesejahteraan rakyat dan kelestarian bumi pertiwi. (mer/gus)