Sang Kakak Kenang Sosok Florencia Wibisono: Ceria dan Suka Menolong
January 23, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Duka mendalam masih dirasakan keluarga atas kepergian Florencia Wibisono, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 

Kakak kandung Florencia, Natasya Wibisono, mengenang adiknya sebagai sosok yang ceria, cerdas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain.

“Olen itu pribadi yang ceria, dia anaknya suka membantu orang lain. Walaupun mungkin dia suka memaksakan diri, tapi dia selalu memikirkan orang lain,” ujar Natasya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Jumat (23/1/2026).

Florencia juga dikenal sebagai pribadi yang pintar dan memiliki banyak teman. 

Hal tersebut terlihat dari banyaknya ungkapan belasungkawa dan kenangan yang dibagikan oleh rekan-rekannya di media sosial.

“Dia pribadi yang pintar dan mungkin teman-teman juga bisa lihat dari komentar-komentar bagaimana hidupnya,” katanya.

AMBULANS - Ambulans yang membawa jenazah Florencia Wibisono dari Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (23/1/2026). Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
AMBULANS - Ambulans yang membawa jenazah Florencia Wibisono dari Bandara Sam Ratulangi Manado, Jumat (23/1/2026). Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Komunikasi Terakhir

Natasya juga menceritakan momen terakhir dirinya berkomunikasi dengan Florencia, sehari sebelum peristiwa kecelakaan terjadi. 

Saat itu, Florencia sempat melakukan panggilan video dengan dirinya.

"Waktu itu saya kebetulan mau tugas ke Sibolga, pesawat saya delay. Dia tiba-tiba video call dan bilang dia lagi di Semarang untuk melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta,” ungkap Natasya.

Saat itu Florencia tidak menyebutkan secara rinci tujuan penerbangan berikutnya. 

Hingga akhirnya, keluarga menerima kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Florencia telah hilang kontak.

Baca juga: Suasana Rumah Duka Almarhum Florencia Wibisono di Tondano Minahasa, Digelar Ibadah Pra Pemakaman

Baca juga: Sambut Jenazah di Manado, Keluarga Florencia Wibisono Harap Korban Lain Bisa Segera Dipulangkan

“Nah, tiba-tiba saya dikabarkan bahwa sudah satu jam pesawat Olen itu tidak ada,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.