TRIBUN-MEDAN.com - Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menyindir netizen yang suka menyoroti kinerja legislatif.
Ia mengingatkan para rekannya untuk tidak mengantuk saat rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
Rapat Dengar Pendapat itu dipimpin Eko Patrio. Rapat itu juga digelar secara terbuka.
Ia khawatir karena diawasi netizen.
Untuk pertama kalinya, Eko Patrio kembali aktif di DPR RI setelah dihukum Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
Ia dinyatakan bersalah melanggar kode etik.
Eko tampak memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Bulog di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
Dia tampak mengenakan stelah jas hitam dipadu kemeja putih.
"Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat kepada kita semua, sehingga kita dapat hadir dalam RDP Komisi VI DPR RI pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat," kata Eko saat membuka rapat.
Baca juga: Imigrasi Tanjungbalai Perketat Paspor PMI Tujuan Kamboja
Baca juga: PRABOWO Akui Masih Banyak Masyarakat Tinggal di Gubuk dan Makan Nasi Garam: Tapi Mereka Tetap Senyum
Baca juga: Rico Waas Sambut ASEAN Plus Cadet Sail 2026, Medan Jadi Lokasi Rangkaian Event
Layaknya rapat pada umumnya, Eko membacakan daftar hadir anggota.
Sesuai dengan aturan, dia menyatakan bahwa persyaratan rapat sudah korum.
Lalu Eko menjelaskan RDP bersama Bulog akan membahas soal Koperasi Desa Merah Putih yang terdampak bencana di Sumatera.
"Komisi VI mencermati bahwa penguatan peran Koperasi Desa kini tidak lagi ditempatkan semata sebagai program pemberdayaan ekonomi lokal, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam rantai pasok pangan nasional.
Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul penghubung antara petani, penggilingan, dan tentu baik nanti hilir dan hulu berkaitan dengan lembaga negara," kata Eko.
Setelah pemapara, Eko menunjuk satu per satu anggota DPR RI untuk menyampaikan pendapat.
Di sela pergantian, dia pun menyindir soal netizen atas sikap para anggota DPR RI.
"Sedikit lagi nih yang mau bertanya. Ayo semengat, emang jam -jam segini jam jam ngantuk, ati-ati bener yah," kata Eko.
Ia khawatir ada anggota DPR yang tidur lalu diposting netizen.
"Karena ini terbuka, jadi saya mengingatkan buat mitra, buat anggota, ayo mukanya matanya dibuka ya," katanya.
Eko Patrio mengatakan peserta rapat tampak begitu mengantuk.
Oleh karenanya sebagai pimpinan rapat ia mengimbau anggota DPR RI untuk tahan kantuk.
"Karena nih pada ngantuk-ngantuk semua nih, kasihan, nanti orang luar ngeliat kasihan entar di, goreng-goreng lagi," katanya.
Eko Patrio menjadi anggota DPR yang diprotes keras oleh masyarakat Indonesia.
Ia pernah berjoget untuk membalas kritik publik terhadap sejumlah anggota DPR RI yang joget setelah pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi masyarakat yang serba kesulitan.
Lewat akun TikToknya Eko mengunggah video parodi dirinya sedang berpura-pura menjadi Disc Jockie (DJ) yang memainkan musik sound horeg.
"Biar jogetnya lebih keren pakai sound ini aja," kata Eko di postingan.
Postingan itu ditenggarai menjadi salah satu penyebab kerusuhan di sejumlah kota pada Agustus 2025.
Atas tindakan itu, MKD DPR RI menyatakan Eko Patrio melanggar Kode Etik DPR.
Ia dihukum dinonaktifkan dari anggota DPR selama empat bulan.
(*/tribun-medan.com)