Mengenal Durian Merah Banyuwangi, Buah yang Kantongi Sertifikat IG Pertama di Indonesia
January 23, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Durian Merah Banyuwangi resmi ditetapkan sebagai produk asli terlindungi.

Hal ini menyusul diterbitkannya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.

Capaian ini menorehkan sejarah baru, karena komoditas hortikultura khas Bumi Blambangan tersebut menjadi buah durian pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat IG.

"Alhamdulilah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Dan ini pertama yang ada di Indonesia IG untuk durian merah," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kepada SURYA.CO.ID, Rabu (21/1/2026).

Ipuk mengaku bangga dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas apresiasi terhadap produk lokal Banyuwangi ini.

Ia berharap, pengakuan hukum tersebut menjadi motor penggerak ekonomi petani lokal, khususnya di Kecamatan Songgon.

Baca juga: Durian Merah Banyuwangi Sah Jadi Produk IG Pertama di Indonesia, Antioksidan Tinggi dan Rendah Lemak

DURIAN MERAH - Durian merah Banyuwangi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Komuditas hortikultura khas Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali diterbitkan di Indonesia untuk buah durian, Rabu (21/1/2026).
DURIAN MERAH - Durian merah Banyuwangi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Komuditas hortikultura khas Banyuwangi ini menjadi yang pertama kali diterbitkan di Indonesia untuk buah durian, Rabu (21/1/2026). (Tribunnews.com/Aflahul Abidin)

"Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain," ajak Ipuk.

Keunikan dan Karakteristik Durian Merah

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) memiliki karakteristik warna daging buah yang merah pekat, cita rasa khas, serta aroma yang kuat.

"Dari sisi organoleptik, durian ini memiliki aroma kuat, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan, vitamin C, dan lemak yang relatif rendah," ujar Ilham.

Ilham menambahkan, durian ini dikelompokkan dalam beberapa gradasi warna, mulai dari merah, merah pelangi, hingga merah semburat.

Secara fisik, buah ini memiliki ketebalan daging mencapai 18,5 milimeter dengan porsi daging buah mencapai 41,7 persen.

Perlindungan Kekayaan Genetik Lokal

Saat ini, terdapat enam varietas unggul nasional yang terdaftar dalam IG tersebut, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan.

Keenamnya tersebar di wilayah Songgon, Rogojampi, hingga Licin.

"Sejak tahun 2015 tercatat sudah 12 jenis durian lokal Banyuwangi yang didaftarkan sebagai varietas unggul."

"Dari 12 jenis durian unggul lokal tersebut, enam jenis adalah durian merah," kata Ilham.

Hingga kini, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan total produksi 27.890 ton.

Ilham menyebut, pihaknya mewakili Bupati Banyuwangi telah menyerahkan sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Songgon.

"Dengan perlindungan ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi tidak bisa dicuri, diklaim, dan penyalahgunaan pihak luar," tandasnya.

Awal Pengembangan Durian Merah Banyuwangi

Dilansir SURYA.CO.ID dari berbagai sumber, upaya pengembangan Durian Merah Banyuwangi sebagai komoditas unggulan telah dilakukan sejak tahun 2007. 

Buah eksotis yang kini menjadi ikon Bumi Blambangan ini melalui perjalanan panjang.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto, menjelaskan bahwa pada awal masa pengembangan, hanya terdapat tiga pohon produktif yang ditemukan.

Namun, melalui riset dan budidaya yang konsisten, jumlahnya melonjak drastis menjadi sekitar 200 pohon siap panen pada tahun 2014.

Varian dan Standar Internasional

Hingga saat ini, tercatat ada 62 varian asli Durian Merah Banyuwangi yang berhasil dikembangkan di lima kecamatan.

Meski koleksinya cukup banyak, pihak pengembang sangat selektif dalam memperkenalkannya ke publik:

  • 32 jenis telah diumumkan secara resmi.
  • 25 jenis dinyatakan sudah layak konsumsi.
  • 11 jenis telah memenuhi kualifikasi ketat untuk kategori pasar internasional.

Adapun varian yang belum dirilis secara luas masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut karena memiliki karakteristik daging buah yang cenderung tipis.

Durian merah ini memiliki ciri khas yang membedakannya dengan durian pada umumnya. 

Berdasarkan warna daging buahnya, komoditas ini dikelompokkan menjadi tiga tipe utama: Durian Merah Blocking, Durian Merah Pelangi, dan Durian Grafika.

Proses Dikawal DJKI 

Pada Juli 2025 lalu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur  mengawal proses pemeriksaan substantif terhadap permohonan IG Durian Merah Banyuwangi.

Durian Merah Banyuwangi telah diajukan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Hal itu disampaikan Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jatim, Raden Fadjar Wijanarko saat audiensi dari Pemkab Banyuwangi, di Lounge Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Selasa (15/7/2025) lalu. 

Tim DJKI dan Kanwil Kemenkum Jatim disambut langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Edy Supriyono.

“Kami berharap langkah Pemkab Banyuwangi ini menjadi awal yang baik dalam melindungi dan mengangkat potensi lokal, dan semoga seluruh proses ini diberikan kelancaran hingga terbitnya sertifikat IG untuk Durian Merah Banyuwangi,” ujar Edi dalam sambutannya, dikutip SURYA.CO.ID dari laman jatim.kemenkum.go.id.

Audiensi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pusat dan daerah, serta penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal.

Setelah audiensi, kegiatan dilanjutkan dengan bedah dokumen deskripsi bersama Tim Ahli DJKI, Tim Kanwil Kemenkum Jatim, serta MPIG Durian Merah Banyuwangi, guna memastikan bahwa seluruh informasi yang tercantum dalam dokumen sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Tim kemudian bergerak menuju perkebunan durian merah di Kecamatan Songgon untuk melakukan pemeriksaan lapangan.

Pemeriksaan ini mencakup validasi Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari proses persemaian, teknik sambung batang, pemeliharaan pohon, panen, hingga distribusi.

Tim juga meninjau Pohon Induk Terpilih (PIT) serta sampel buah siap panen untuk mencocokkan data dengan deskripsi permohonan.

Ketua Tim Ahli IG DJKI, Idris, menyampaikan bahwa tim hadir bukan untuk mencari kekurangan, melainkan memastikan kesesuaian antara dokumen deskripsi dan fakta lapangan.

“Setelah dari Banyuwangi, tugas kami adalah meyakinkan tim ahli lainnya yang tidak ikut hadir, bahwa Durian Merah Banyuwangi memang layak ditetapkan sebagai Indikasi Geografis,” tegasnya.

Sementara itu Fadjar menambahkan bahwa apabila disetujui, Durian Merah Banyuwangi akan menjadi durian pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat IG.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar mencerminkan real fact, fakta di lapangan, agar pelindungan hukum yang diberikan memiliki dasar kuat dan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan KI, Pahlevi Witantra, juga menegaskan pentingnya keakuratan dan kejujuran dalam penyusunan dokumen.

“Kami mengimbau agar dokumen deskripsi betul-betul sesuai dengan kondisi riil. Hindari overclaim yang bisa menghambat proses."

"Transparansi adalah fondasi utama dalam pelindungan kekayaan intelektual,” jelasnya.

Kegiatan ini tetap berjalan optimal meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, berkat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

Data dan catatan hasil pemeriksaan akan digunakan sebagai dasar penyusunan laporan Tim Ahli DJKI untuk penetapan lebih lanjut di tingkat pusat.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin nyata dalam mendukung pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal, dan membuka peluang Durian Merah Banyuwangi menjadi ikon nasional dengan pelindungan hukum resmi.

(SURYA.CO.ID Aflahul Abidin)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.