Empat Desa Terpencil di Aceh Tengah Dapat Bantuan Sumur Bor Air Bersih
January 23, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah 

TribunGayo.com, TAKENGON - Bantuan sumur air bersih dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah MM, kembali direalisasikan.

Bantuan keempat tersebut diresmikan di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (22/1/2026).

Peresmian sumur air bersih dilakukan oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq SIK MH, yang diwakili oleh Kasat Lantas Polres Aceh Tengah AKP Aiyub SE MH, serta dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Kapolres Aceh Tengah menyampaikan bahwa hingga saat ini bantuan pembangunan sumur bor dan sumur air bersih dari Kapolda Aceh di Kabupaten Aceh Tengah telah dibangun di empat titik.

“Empat titik tersebut masing-masing dua titik di Kecamatan Lut Tawar, yaitu Kampung Kenawat dan Kampung Toweren Toa.

Satu titik di Kecamatan Bintang di Kampung Suku Wihlah Setie, dan yang keempat di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar air bersih yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari warga pascabencana alam.

Sumber Air Alami Kerusakan Akibat Bencana

Diketahui, Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025 dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Sehingga mengakibatkan banyak sarana air bersih, baik pipa PDAM maupun sumber air milik kampung, mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir dan material longsor.

“Pascabencana, kondisi air sungai masih keruh hingga saat ini tidak layak dikonsumsi.

Oleh karena itu, kehadiran sumur air bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari,” tambahnya.

Kabupaten Aceh Tengah dilanda banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025, dengan dampak besar pada infrastruktur, permukiman, dan kehidupan masyarakat.

Pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 29 Januari 2026 untuk memastikan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Kronologi Bencana

  • Awal kejadian: Akhir November 2025, hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di berbagai kecamatan, termasuk Kampung Gegarang, Kecamatan Bintang.
  • Penyebab: Curah hujan tinggi akibat fenomena hidrometeorologi, diperparah oleh kondisi hutan dan topografi pegunungan Gayo.
  • Dampak: Puluhan rumah rusak, ribuan warga mengungsi, serta akses jalan nasional terganggu hingga jembatan putus.

Baca juga: Profil Maimun ST, Ketua KMAP yang Kini Pimpin Dinas Perikanan Aceh Tengah

Baca juga: Petani Tak Perlu Resah, Sawah Rusak di Aceh Tengah Dapat Bantuan Rp 5-15 Juta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.