Mikrolet di Manado Bakal Dijadikan Feeder
January 24, 2026 03:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehadiran bus Trans Manado kini menuai polemik.

Sopir angkot di Manado mengeluhkan keberadaan bus tersebut.

Pasalnya bus Trans Manado yang kini beroperasi dianggap memberi dampak negatif bagi pendapatan mereka.

Baru-baru ini, sejumlah perwakilan sopir angkot melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkot Manado.

Pertemuan tersebut dilakukan di Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, Manado, Sulut, Jumat (23/1/2026). 

Para sopir angkot mengeluhkan tentang keberadaan bus Trans Manado yang berdampak pada pendapatan mereka.

Dari Pemkot Manado, hadir Kaban Kesbangpol Sonny Takumansang serta Kasat Pol PP Manado Novly Siwi. 

Hadir pula perwakilan Polresta Manado. 

Sonny berjanji menyampaikan keluahan para sopir kepada Wali Kota Manado Andrei Angouw. 

Sebelumnya para sopir mewacanakan bakal menggelar demonstrasi. 

Namun ternyata mereka hanya mengirim perwakilan. 

Terpisah, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengatakan, transportasi selalu berkembang dan berevolusi. 

Pihaknya tak bisa menahan perkembangan tersebut. 

"Kita berupaya seminimal mungkin menahan dampaknya bagi, tapi perkembangannya seperti ini," kata dia dalam konferensi pers awal tahun 2026 di Cafe D Tang di Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (23/1/2026). 

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut tersebut menuturkan, ke depan angkot mikrolet akan dibuatkan rute feeder.

Feeder (pengumpan) adalah layanan angkutan umum, alat, atau sistem yang berfungsi menghubungkan area lokal (pemukiman/sekunder) ke jalur utama (primer) guna memudahkan perpindahan penumpang atau material. 

Andrei Angouw mengatakan masih banyak wilayah di Manado yang tidak terjangkau transportasi. 

"Disinilah mikrolet akan jadi semacam feeder," katanya. 

(TribunManado.co.id/Art)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.