Pasca Guru SMK di Talaud Dianiaya Oknum TNI AL, Warga: Copot Danlanal Jika Pelaku Tak Ditindak Tegas
January 24, 2026 07:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menggelar aksi demonstrasi pasca peristiwa penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota TNI Angkatan Laut terhadap enam warga setempat.

Demo berlangsung di area Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026) siang.

Bastian, salah satu pemimpin aksi demo mengungkapkan, tiga tuntutan mereka.

"Pertama itu kami meminta Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk menindak tegas Oknum TNI AL sebagai pelaku penganiayaa terhadap Saudara Berkam Sawiduling, Putra Asli Melongguane," terang dia saat dihubungi Wartawan Tribun Manado Eduard Tahulending.

Tuntutan kedua, massa meminta agar Danlanal Melonguane dicopot dari jabatannya apabila oknum anggota TNI AL yang melakukan penganiayaan tidak ditindak tegas.

"Ketiga kami meminta kapal angkatan laut di Pelabuhan Laut Melongguane dilepas sementara
dari wilayah Kedaulatan Melongguane, sampai kami mendapatkan jawaban dan kepastian hukum terhadap Oknum Pelaku penganiayaan," ujar dia.

Ia juga turut menyampaikan tuntutan pihak keluarga korban terkait kasus ini.

"Terkait tuntutan keluarga korban. Pertama, kami akan terus menuntut komitmen Danlanal untuk menindaki pelaku penganiayaan. Kami mendesak proses hukum para pelaku berjalan transparan," ujar dia.

Dirinya juga meminta tanggungjawab moral dari para pelaku penganiayaan terhadap korban.

"(Salah seorang) korban masuk rumah sakit dan rencana akan dirujuk, kami minta ada itikad baik dari pihak TNI AL untuk bertanggungjawab terhadap korban," kata dia.

Ia mengungkap dari enam korban yang mengalami penganiayaan, salah seorang korban bernama Berkam Saweduling, Guru SMK di Talaud mengalami luka yang cukup parah.

"Dan tadi sudah kami dengar bersama. Sebagai upaya pihak TNI sudah langsung menindaki secara internal dan kami sudah saksikan tadi bersama," pungkas dia.

Pantauan Tribun Manado melalui rekaman video yang diposting di media sosial, demo sempat diwarnai ricuh. 

Massa pendemonstran yang nampak memakai ikat kepala warna merah merengsek masuk ke dalam markas Lanal Melonguane. 

Beberapa pendemo terlihat merusak dan merobohkan pagar.

Aparat gabungan TNI-Polri nampak berupaya meredam kemarahan massa yang semakin tak terkendali.

Namun massa yang mengamuk terus masuk hingga ke halam Mako.

Terpantau juga, beberapa peserta demo sempat terlibat bentrok dengan aparat.

Berkam Sawiduling, guru yang mengalami luka berat akibat aksi penganiayaan oknum aparat dikenal sebagai pribadi yang lurus dan tidak pernah bersentuhan dengan miras.

"Tidak merokok dan tidak minum," ujar salah seorang saksi kepada Tribun Manado.

Pada saat kejadian, korban sedang berada di pelabuhan untuk menyalurkan hobi memancing.

Melihat adanya keributan yang dipicu oleh oknum aparat, sang guru itu pun lantas mencoba mendekat untuk menegur.

Namun, ia justru mendapat kekerasan fisik secara membabi buta.

"Karena mungkin situasi lebih memanas akhirnya dia jadi korban dipukul," lanjutnya.

Kronologi

Peristiwa bermula saat Berkam Sawiduling sedang memancing di pelabuhan.

Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk.

Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.

“Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap Korban.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian tidak berhenti di situ.

Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. 

Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.

Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Keterangan Danlanal Melonguane

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil.

Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.

“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban, dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara.

Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

“Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan sudah diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.