JAKARTA, TRIBUN - Kompas Gramedia peduli terhadap pemulihan Sumatera pasca banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025.
Kepedulian diwujudkan dalam penggalangan dana pada Konser Amal Gitaris untuk Negeri yang akan digelar Senin 26 Januari 2026 di Studio 1 KompasTV, Jakarta. Akan ditayangkan secara "live" di KompasTV, Pukul 20.30 WIB - Pukul 21.30 WIB.
Belasan gitaris dan penyanyi kenamaan Tanah Air akan hadir pada konser ini.
Penggalangan dana ini juga akan diramaikan dengan lelang gitar dan lukisan karya belasan seniman di Bentara Budaya Jakarta.
Seluruh donasi yang terkumpul melalui konser akan disalurkan melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) untuk mendukung pemulihan Sumatera, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Daftar Gitaris yang Akan Tampil
Mereka berkolaborasi dengan para penyanyi :
Semoga Banyak Donatur Menyumbang
Gitaris Senior Dewa Budjana, satu diantara yang akan hadir berharap semoga banyak donatur yang menyumbang.
“Harapannya dengan konser ini, semoga banyak donatur yang akan menyumbang untuk pemulihan di Sumatera, karena sepertinya dilihat cukup panjang untuk recovery-nya. Semoga usaha kami di sini dapat membantu,” ungkap Dewa Budjana, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Semangat serupa diungkapkan Endah Widiastuti, vokalis dan gitaris. Konser ini menunjukkan solidaritas para seniman untuk membantu saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.
“Saudara-saudara kita di Sumatera belum sepenuhnya pulih, meskipun sudah banyak bantuan datang. Pemulihan itu harus terus menerus digaungkan, agar semuanya menjadi lebih baik,” katanya.
Live Streaming di Kompas Gramedia Grup
Konser Amal akan disiarkan secara langsung melalui KompasTV serta "live streaming" di kanal YouTube:
- Harian Kompas
- KompasTV
- Kompas.com
- Tribunnews
- Kontan
- Grid Network
- KG Radio Network
- Bentara Budaya.
Melalui layar kaca dan gawai, masyarakat dapat menyaksikan serta ambil bagian dalam gerakan solidaritas ini, termasuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Seberapa pun besarnya donasi yang diserahkan akan sangat berarti untuk penanganan pascabencana. Apa yang dilakukan para gitaris dan para calon donatur akan sangat bermanfaat, demi menggandakan potensi kolaborasi untuk kegiatan di lapangan, sebagaimana dulu kolaborasi pemulihan pasca gempa di Cianjur, Jawa Barat, tahun 2022,” ungkap Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Gesit Ariyanto.
DKK Selalu Siap
Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) Gesit Ariyanto mengatakan DKK selalu siap menampung dan menyalurkan donasi dari para donatur.
Terkait distribusi bantuan ke lokasi bencana Sumatera, tim DKK sudah melakukan, sedang di lapangan, dan masih terus berkomunikasi dengan jejaring di tiga provinsi lokasi bencana, agar jenis bantuan yang disalurkan selanjutnya memang sesuai dengan apa yang dibutuhkan para penyintas bencana.
Yayasan DKK mulai menjajaki penyaluran bantuan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, terutama dari sisi infrastruktur fisik dan sarana sosial. Berdasarkan pengalaman, anggaran yang diperlukan pada tahap itu sangat tidak sedikit.
Corporate Communication Director Kompas Gramedia Glory Oyong berharap Konser Amal dan Lelang Lukisan itu dapat terus memperkuat solidaritas bangsa Indonesia untuk membantu Sumatera yang sedang dalam proses pemulihan.
Konser ini merupakan kali kelima yang digelar Kompas Gramedia bersama gitaris. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digalang untuk bencana letusan Gunung Merapi (2010), bencana letusan Gunung Sinabung, banjir Jakarta, dan banjir Manado (2014), bencana gempa di Palu (2018), dan bencana Cianjur (2022).
Lelang Gitar dan Lukisan
Selain pertunjukan musik, konser ini juga menghadirkan lelang gitar dan lukisan. Salah satunya, gitar yang akan ditandatangani seluruh musisi yang tampil dalam konser.
Ada juga lukisan karya 15 seniman, yaitu :
- Afriani
- Asmo Adji
- Emmy Go
- Eko Hand
- Kusdianti
- Putu Fajar Arcana
- Saskia Gita Sakanti
- Supantono
- Tri Suharyanto
- Laiqa Twins (Niki & Rubi)
- Ilham Khoiri
- Ika W. Burhan
- Setiyoko Hadi
- Wiwik Oratmangun.
Menurut General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri, seluruh lukisan yang dilelang itu dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, 20-31 Januari 2026.
Karya-karya itu mengangkat tema beragam, mulai dari keindahan hutan Indonesia, kekayaan budaya, serta pengalaman spiritual.
"Seluruh hasil lelang nanti akan sepenuhnya disumbangkan untuk donasi pemulihan Sumatera," kata Ilham, yang juga menyertakan lukisannya untuk lelang tersebut.
Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (17/1/2026), menyebutkan, total tercatat 1.198 korban meninggal, 144 orang hilang, dan 166.579 pengungsi. Selain itu, dilaporkan 175.126 rumah warga, 581 unit fasilitas pendidikan, 145 jembatan, 1.200 fasilitas umum, 434 tempat ibadah, serta 290 gedung perkantoran yang rusak. Semua itu mengganggu kegiatan dan layanan sehari-hari untuk masyarakat.
Sumatera memerlukan waktu dan dukungan semua pihak agar segera dapat pulih.
Pasca bencana yang membawa kerusakan parah, kini saatnya untuk membangun kembali infrastruktur, layanan publik, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan.
Melalui konser ini, Kompas Gramedia berupaya menggalang solidaritas antar anak bangsa melalui gerakan kebudayaan.
Bagi Sahabat KG yang ingin menyalurkan donasi, dapat melalui rekening Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), BCA Cabang Gajah Mada, Jakarta, nomor rekening 012.302143.3 a.n. Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. (*)