TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jagat media sosial, khususnya platform X, digemparkan oleh aksi seorang influencer berinisial SL yang membuat konten "sewa pacar" dengan melibatkan pelajar perempuan di bawah umur di Kota Tasikmalaya.
Konten yang awalnya diklaim sebagai hiburan tersebut kini memicu kecaman keras karena dinilai menormalisasi eksploitasi anak.
Iming-Iming Uang dan Jajanan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum konten kreator tersebut membujuk para pelajar dengan iming-iming uang tunai berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 per jam.
Selain uang, korban dijanjikan akan ditraktir makan serta dibebaskan membeli jajanan selama diajak berkeliling untuk keperluan syuting konten.
Kasus ini mencuat setelah salah satu korban berani bersuara (speak up) di media sosial.
Unggahan tersebut kemudian viral di platform X dan mendapat perhatian luas dari netizen yang menyoroti perilaku sang influencer yang memiliki basis pengikut (followers) besar.
Baca juga: Konten “Sewa Pacar” di Tasikmalaya Picu Keprihatinan, Pelajar Perempuan Jadi Sasaran
Kecaman Keras dari KOPRI PMII Kota Tasikmalaya
Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Kota Tasikmalaya, Layla Safitri, mengecam keras tindakan SL.
Menurutnya, konten tersebut telah melampaui batas etika dan kepatutan moral.
"Ini bukan konten lucu, tapi bentuk normalisasi eksploitasi terhadap perempuan dan pelajar," tegas Layla saat dikonfirmasi oleh TribunPriangan.com, Sabtu (24/1/2026).
Layla menyoroti beberapa poin krusial dalam video yang beredar:
"Konten semacam itu merupakan bentuk eksploitasi simbolik terhadap tubuh dan perasaan perempuan yang dibungkus dalih hiburan. Ini menempatkan pelajar dalam posisi sangat rentan," tambah Layla.