Selebgram Fuji Beber Penghalang Niatannya Menikah Tahun Ini, Sentil Faktor Calon Suami
January 24, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Satu penghalang niatan Fuji menikah tahun ini terungkap, faktor calon suami disentil.

Selebgram Fujianti Utami Putri alias Fuji belum mengungkap ke publik soal sosok kekasih terbarunya.

Ia diketahui masih menjomblo sejak putus dari Youtuber Thariq Halilintar pada 2023 lalu.

Memang ia sempat diisukan menjalin asmara dengan sejumlah pria termasuk pesepakbola Asnawi Mangualam, politisi Verrell Bramasta hingga Eldyn Yusuf.

Meski begitu, gadis 23 tahun itu tak pernah secara terbuka mengungkap status asmaranya.

Baru-baru ini, Fuji justru mengungkap soal keinginannya untuk menikah Tahun 2026 ini.

Meski begitu, sayangnya niat itu masih sebatas angan. Pasalnya Fuji mengaku belum memiliki sosok calon suami hingga kini.

"Rencananya sih tahun ini mau nikah ya. Tapi masalahnya calonnya belum ada. Calonnya belum ada kayaknya tahun depan," ujar Fuji di kawasan Jakarta Selatan dikutip dari Grid.id, Jumat (23/1/2026).

Ia pun menanggapi berbagai spekulasi yang kerap muncul di media sosial, termasuk isu kedekatannya dengan pria yang sempat viral. Saat ditanya soal sosok pria yang disebut-sebut dekat dengannya, Fuji memberikan jawaban ceplas-ceplos khas dirinya.

"Apa? Yang naik motor itu? Mas itu ojek saya bayar itu satu juta. Itu jasa loh, jasa ojek. Saya bayar," ungkap Fuji.

Baca juga: Postingan Terkahir Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia, Kini Kolom Komentar Banjir Ucapan Duka

Membantah trauma menjalin asmara, Fuji mengaku tetap terbuka dengan peluang hubungan serius.

"Enggak deh kayaknya cowoknya deh yang trauma (sama) aku. Enggak sih, enggak, enggak. Gak tahu, pengen sih punya pasangan tapi kayaknya... kayak gak niat gitu. Paham gak Kak? Kayak pengen aja punya, tapi enggak... gak serius nyari," ungkap Fuji.

Meski begitu, Fuji mengaku tetap membuka diri jika ada pria yang mendekat. Ia memilih untuk tidak memaksakan keadaan dan menyerahkan segalanya pada waktu serta takdir.

"Kalau ada yang deketin alhamdulillah, kalau enggak ya udah pasrah aja," tuturnya.

Soal waktu terbaik untuk menikah, Fuji juga mengaku sempat mempertimbangkan berbagai saran, termasuk dari sisi perhitungan fengshui. Meski awalnya berharap bisa menikah dalam waktu dekat, ia tak mempermasalahkan jika memang harus menunggu lebih lama.

"Pengennya tahun ini. Tapi katanya kalau menurut fengshui bagusnya 3 tahun lagi. Ya udahlah kita seadanya aja kali ya. Kalau gak dikasih sama Allah belum, ya udah sabar," ujar Fuji.

Menariknya, Fuji menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kriteria khusus soal pasangan hidup. Bagi adik ipar dari mendiang Vanessa Angel ini, yang terpenting adalah kenyamanan dan kecocokan, bukan sekadar memenuhi standar tertentu.

"Gak ada, gak ada kriteria," tuturnya.

Saat ini, Fuji memilih untuk memprioritaskan hal-hal lain dalam hidupnya. Selain ingin menikmati waktu dengan berkeliling dunia, ia juga ingin fokus menyelesaikan kasus hukum yang tengah dihadapinya hingga tuntas.

"Pengen fokus keliling dunia sama pengen fokus ini kasus cepat selesai dan orangnya dapat hukuman korupsi yang lama," kata Fuji.

Merugi Miliaran, Fuji Serius Usut Kasus Dugaan Penipuan 

Perkembangan terbaru datang dari kasus dugaan penggelapan dana dan penipuan yang menimpa selebgram Fujianti Utami Putri alias Fuji. Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mengungkapkan bahwa laporan kliennya kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Hal tersebut disampaikan Sandy saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Ia menyebut, Fuji dijadwalkan kembali hadir untuk menjalani proses lanjutan dalam waktu dekat.

Sandy menjelaskan, sebelumnya Fuji telah beberapa kali menjalani pemeriksaan. Namun, pemeriksaan tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Baru pada hari ini pihaknya mendapatkan kepastian bahwa kasus tersebut resmi naik status.

"Jadi kalau yang sebelumnya kemarin kita ada pemeriksaan beberapa kali, itu kan masih dalam tahap penyelidikan. Nah, kami baru mendapatkan informasi hari ini statusnya sudah naik ke penyidikan," ungkapnya.

Naiknya status perkara ini tentu menjadi titik terang bagi Fuji yang sejak awal memilih menempuh jalur hukum. Di kesempatan yang sama, Fuji pun buka suara terkait pengalaman pahit yang kembali harus ia hadapi.

Fuji mengaku, kejadian serupa sebelumnya pernah dialaminya. Ia menyinggung kasus lama yang melibatkan mantan manajernya, di mana rasa percaya justru menjadi celah yang berujung masalah.

"Kalau mungkin yang dulu ya, yang kasus mantan manajer aku, itu karena aku terlalu percaya dan terlalu sayang sama dia kali ya," ujar Fujianti Utami Putri.

Namun berbeda dengan kasus sebelumnya, Fuji menegaskan bahwa sistem kerja yang diterapkan kali ini sebenarnya sudah cukup ketat dan rapi. Sayangnya, dugaan penggelapan tersebut diduga tidak dilakukan oleh satu orang saja.

"Kalau yang sekarang tuh menurut aku sistemnya udah lumayan ketat, udah lumayan rapi. Tapi karena, walaupun yang aku laporin satu orang, dia tuh kayak komplotan gitu loh," sambungnya.

Menurut Fuji, ada dugaan kerja sama dengan beberapa pihak lain yang saling melindungi satu sama lain. Hal inilah yang membuat praktik tersebut luput dari pengawasannya.

"Jadi ada kerja sama sama tim yang lain. Dan gak satu orang dua orang, tapi kayak hampir mungkin 3-4 orang. Jadi saling nge-backup gitu lho," ungkap Fuji.

KAWAL KASUS PENIPUAN - Fuji dan kuasa hukum Sandy Arifin di Polres Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2025).
KAWAL KASUS PENIPUAN - Fuji dan kuasa hukum Sandy Arifin di Polres Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2025). (Grid.ID/Ulfa Lutfia)

Fuji mengaku tidak menyadari adanya aktivitas di belakang yang merugikannya. Saat ini, ia baru melaporkan satu orang, namun tidak menutup kemungkinan akan ada laporan lanjutan apabila ditemukan fakta baru.

"Jadi di situ aku gak tahu kalau misalnya mereka main belakang. Tapi yang aku laporin baru satu orang sih kali ini. Gak tahu kalau ke depannya mungkin tahu suatu hal lagi, mungkin aku proses juga kali orangnya," ujarnya.

Tak hanya itu, Fuji juga mengungkapkan kisaran kerugian yang dialaminya akibat dugaan penggelapan dana tersebut. Meski tidak menyebut angka pasti, nilainya disebut cukup besar.

"Hmm... Kisaran-kisaran M (Miliar) lah," ujar Fuji.

Sebagai informasi, sebelumnya Fuji melaporkan dugaan penggelapan dana dan penipuan yang diduga dilakukan oleh admin pribadinya. Kasus tersebut sempat menjadi sorotan publik mengingat kepercayaan besar yang telah diberikan Fuji kepada orang terdekat dalam mengelola pekerjaan dan keuangannya.

Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami Fuji ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Ini bukan kali pertama Fuji menjadi korban penggelapan uang.

Tahun 2024 lalu, mantan manajer Fuji juga dilaporkan sang selebgram setelah membawa kabur uang senilai Rp1,3 miliar. Mantan manajer Fuji, Batara Ageng, telah divonis penjara selama 2,5 tahun dalam kasus penggelapan tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.