Coach Jafri Sastra Sesumbar PSIS Semarang Amankan Poin Penuh di Kandang Saat Hadapi Persela
January 24, 2026 01:56 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Laga lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-17 antara PSIS Semarang dan Persela Lamongan diprediksi berlangsung sengit.

Pertandingan yang dinanti banyak pihak ini akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (24/1/2026) malam.

Atmosfer panas jelang pertandingan sudah terasa sejak beberapa hari terakhir.

Ketegangan meningkat seiring maraknya perang psikologis atau psywar yang dilontarkan pendukung kedua tim melalui media sosial.

Gengsi duel semakin memanas setelah salah satu investor Persela Lamongan diketahui mengakuisisi saham mayoritas PSIS Semarang beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut menambah bumbu rivalitas antara dua klub yang sama-sama memiliki basis pendukung besar.

Tak hanya soal kepemilikan saham, dinamika transfer pemain juga ikut menyedot perhatian.

Sejumlah pemain penting Persela Lamongan tercatat bergabung ke PSIS Semarang, di antaranya kiper Mario Londok, Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, serta beberapa nama lainnya.

Di sisi lain, PSIS Semarang tengah berada dalam situasi krusial.

Baca juga: Berbekal Alat Suntik Rakitan, Sindikat Tabung Gas Oplosan di Semarang Ini Raup Cuan Rp7,6 Miliar

Baca juga: Foto-foto Banjir Bandang Hancurkan DTW Guci Tegal

Tim berjuluk Mahesa Jenar itu baru saja menelan dua kekalahan beruntun, termasuk kegagalan menyapu bersih laga kandang di akhir putaran kedua setelah takluk dari Deltras FC pada pekan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat PSIS bertekad bangkit dan tidak kembali kehilangan poin saat menghadapi klub asal Jawa Timur.

Terlebih, pada pertemuan pertama di Stadion Surajaya Lamongan, kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor imbang 1-1.

Kehadiran pemain-pemain baru menjadi modal penting bagi PSIS untuk mengincar kemenangan.

Di lini depan, Mahesa Jenar masih mengandalkan ketajaman Rafinha yang dikenal produktif mencetak gol, serta pengalaman Beto Goncalves yang tetap berbahaya di area kotak penalti lawan meski telah berusia 45 tahun.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra, menyatakan timnya telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengamankan poin penuh di kandang.

Ia optimistis performa anak asuhnya akan lebih baik dibanding laga sebelumnya.

Tambahan poin sangat dibutuhkan PSIS untuk menjauh dari ancaman degradasi.

Hingga saat ini, klub kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut masih bertengger di peringkat sembilan klasemen sementara Grup Timur dan harus terus mengumpulkan poin di sisa putaran kedua serta putaran ketiga mendatang.


"Anak-anak sudah dalam kondisi siap, dan kami optimis dengan perjuangan keras kami bisa meraih poin penuh di kandang sendiri besok.

Kemudian, mengenai tim lawan, tentunya kami juga respect ke mereka.

Persela adalah tim besar dan tim yang solid," kata Jafri Sastra, Jumat (23/1/2026).


Salah satu yang menjadi evaluasi Jafri Sastra selama sepekan terakhir yakni membenahi chemistry antar pemain yang menjadi kendala utama tim saat dikalahkan Deltras FC.


Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu juga berupaya membenahi mentalitas para pemain.


"Ini seminggu ini kita bangun aspek mentaliti komunikasinya.

Aspek semua penting agar saat pertandingan nanti berbagai kesalahan kemarin tidak terjadi lagi," sambungnya.


Di sisi lain, Jafri Sastra juga membenahi penyelesaian akhir dengan simulasi game.

Hal ini dilakukan karena pada pertandingan lawan Deltras, PSIS Semarang cukup buntu kendati sudah menciptakan banyak peluang.


"Kami mengasah finishing kerja sama dalam aspek penyelesaian akhir.

Kemudian juga kita ada gim simulasi internal, karena ada beberapa pemain yang baru yang harus segera disiapkan," pungkasnya.


Hanya saja, jelang laga kontra Persela, pemain asing baru PSIS, Denilson Rodrigues statusnya masih tanda tanya.

Di website operator liga, belum ada nama Denilson dalam list tersebut. Manajemen PSIS juga masih belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait hal ini.


Sementara itu, salah satu pemain senior sekaligus mantan pemain Persela di putaran pertama, Esteban Vizcarra menegaskan bahwa ada satu sosok berbahaya di kubu Persela.

Pemain yang dimaksud adalah penyerang sayap Jhon Mena.


Sebagai mantan rekan setim, Vizcarra nampaknya paham betul nama yang dia ucapkan itu.


Selain penyelesaian akhir, Jhon Mena tipikal pemain kreatif dalam hal distribusi bola di area pertahanan lawan.


"Jhon Mena dia pemain bagus, pasti kita siapkan strategi untuk meredamnya," kata mantan pemain Pelita Jaya tersebut.


Vizcarra menilai Persela Lamongan juga memiliki keunggulan dalam hal kekompakan tim.

Tidak banyak perubahan skuad yang dilakukan pada bursa transfer paruh musim membuat skema permainan mereka sudah matang.


“Soal tim Persela saat ini, di sana masih banyak pemain yang stay. Makanya mereka saya kira sudah pakem dengan skema permainan mereka,” jelasnya.


Selain mewaspadai Jhon Mena, Vizcarra juga menyebut sosok  Luan Nascimento juga wajib diwaspadai.


Luan musim ini didatangkan PSIS, namun evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen baru membuatnya harus tersingkir.

Ia kemudian bergabung ke Persela. Bahkan, jika sudah bisa dimainkan, Luan akan menjalani debut untuk Laskar Joko Tingkir melawan mantan klubnya sendiri.


“Mereka adalah tim yang sudah lama bersama-sama, ditambah Luan yang pasti akan menambah kekuatan mereka. Pasti mereka lebih kuat,” pungkas Vizcarra.


Dari kubu lawan, headcoach Persela Lamongan, Bima Sakti mengatakan timnya datang ke Semarang dengan misi mencuri poin penuh.


"Alhamdulillah kami dalam kondisi siap, pemain juga semua siap," kata dia.


Bima yang juga sudah menjajal rumput Stadion Jatidiri dalam sesi official training berharap saat pertandingan nanti tidak terganggu dengan guyuran hujan deras.


Saat sesi uji lapangan, ia menyebut beberapa titik di lapangan Stadion Jatidiri tergenang air.


"Kami melihat lapangan bagus walaupun ada genangan.

Mudah-mudahan besok kondisi baik dan semoga tidak hujan. 

Kita akan memberikan yang terbaik buat Persela dan alhamdulillah pemain semuanya dalam kondisi siap," katanya.


Sementara itu, disinggung soal tren buruk yang sedang dihadapi PSIS yakni kalah dalam dua laga terakhir, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu mengatakan Headcoach Jafri Sastra punya trik jitu untuk membereskan masalah tersebut.


"Membangun sebuah tim tidak mudah, coach Jafri Sastra pasti punya cara jitu untuk mengembalikan motivasi pemain PSIS, dan memang mereka kemarin kalah melawan Deltras FC, saya pikir mereka akan bangkit dan kita akan antisipasi itu.

Semoga pertandingan berjalan lancar, fair," ungkapnya. (arl)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.