Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Rasa trauma masih menyelimuti warga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, setelah peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tadi.
Kejadian mengerikan itu datang tanpa banyak tanda-tanda. Hanya ada sebuah suara gemuruh yang begitu kencang hingga membuat sebagian warga terbangur dari tidur pulasnya.
Eneng Rohaeni (38), salah satu warga setempat yang rumahnya tak jauh dari lokasi menuturkan, peristwa itu teradi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, suasana masih sunyi ketika tiba-tiba suara gemuruh datang.
"Jadi ada dua kejadian longsor dulu. Ada suara gemuruh di kejadian pertama seperti pesawat. 30 menit setelahnya ada suara kaya jatuh gebruk, kejadian kedua," ujarnya kepada Tribun Jabar, Sabtu (24/1/2026).
Setelah suara itu terjadi, kata Eneng, jeritan hingga teriakan minta tolong terdengar. Banyak warga yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit.
"Kejadian pertama itu ada puing-puing, tertahan dulu. Jadi pada masih bisa untuk menyelamatkan diri. Baru yang kedua, itu semua tidak ada yang bisa menyelamatkan diri," katanya.
Baca juga: Satu Jasad Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan di Sungai, Evakuasi Berlangsung Sulit
Baca juga: Tim Rescue Kantor SAR Bandung Dikerahkan Cari Korban Hilang Akibat Longsor di Cisarua KBB
Baca juga: UPDATE Longsor Cisarua KBB: Korban Meninggal Bertambah Jadi 6 Orang, 89 Warga Masih Hilang
Pasca kejadian tersebut, Eneng mengaku, dirinya masih sangat takut untuk berdiam di dalam rumah. Meski rumahnya tidak terdampak langsung, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi.
"Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulanan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara," ucapnya.
Di tengah duka yang mendalam ini, Eneng hanya berharap kepada pemerintah untuk dapat hadir membantu para korban. Menurutnya, para korban dan juga keluarga harus menjadi prioritas.
"Kalau harapannyan mudah-mudahan ada santunan buat korban yang meninggal. Juga kasian apalagi saudara jauh, rumah habisa, kasian. Mudah-mudahan ada bantuan untuk kluarga korban," ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan diduga dipicu oleh longsoran tanah dari wilayah Kampung Pasir Kuning yang kemudian meluncur hingga ke Kampung Pasir Kuda.
Salah seorang warga setempat, Wahyu, menuturkan sebelum kejadian terdengar suara gemuruh keras dari arah perbukitan.
“Awalnya terdengar suara bergemuruh cukup kencang. Setelah dicek ke arah sumber suara, terlihat tanah longsor turun dan menerjang pemukiman warga,” ujar Wahyu, Sabtu pagi.
Akibat bencana alam tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsoran. Data sementara mencatat sekitar 30 rumah terdampak langsung.
Tak hanya itu, bencana ini juga mengakibatkan banyak warga menjadi korban. Berdasarkan laporan awal, sebanyak 114 orang tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut.
Dari jumlah tersebut, 21 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara empat orang dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, sebanyak 89 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian. Namun, proses pencarian masih berlangsung hingga laporan ini disusun.
Aparat dan petugas di lapangan mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan potensi longsor susulan di wilayah tersebut. (*)