Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk tengah menelusuri pemicu kaburnya seorang narapidana, Mohammad Hairul.
Sejauh ini, informasi yang didapat oleh Rutan dari berbagai pihak, ada dua faktor yang diduga memengaruhi Hairul.
Yakni, masalah utang serta kegalauan Hairul terhadap nasib sang istri.
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya mengatakan pihaknya menghimpun keterangan salah satunya dari warga binaan guna menyingkap penyebab Hairul kabur.
Baca juga: Breaking News: Napi di Rutan Nganjuk Kabur Saat Azan Zuhur, Nekat Loncati Pagar Berduri
Hasilnya, diduga Hairul punya utang dengan sesama warga binaan di dalam Rutan.
Namun, belum diketahui pasti hal yang mendasari Hairul terpaksa berutang.
Pihak Rutan masih terus mendalaminya.
"Yang bersangkutan (Hairul) diduga punya utang di dalam Rutan," katanya, Sabtu (24/1/2026).
Bukan hanya itu, ada kabar lain yang diterima Rutan.
Belakangan, Hairul dirundung kerisauan karena sang istri memutuskan bekerja di luar negeri untuk menyambung hidup.
Bahkan, sang istri sudah berada di penampungan serta siap berangkat menuju lokasi bekerja.
"Dia kepikiran istrinya jadi TKW dan mau berangkat bekerja," paparnya.
Napi tersebut diketahui, Mohammad Hairul warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: Napi Kabur dari Rutan Nganjuk, Manfaatkan Posisi Tamping Dapur
Aksi ini dilancarkan Hairul pada Kamis (22/1/2026) siang bolong.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Hairul kabur dengan cara menyelinap di dapur Rutan.
Dia menyelinap pukul 11.04 WIB. Kala itu, situasi dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB. Sementara, makan siang untuk warga binaan dibagikan pukul 10.00 WIB.
Setelah itu, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap.
Setelah berhasil merangsek ke plafon Hairul tak tersorot kamera pengawas.
Beberapa menit berselang, keberadaan Hairul kembali terekam kamera pengawas pukul 12.02 WIB.
Ia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas.
Tuntas merusak kawat, Hairul turun menuju area halaman Rutan dari tembok pembatas setinggi sekitar 6 meter itu.
Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur.
Kendati demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri belum dapat dipastikan pihak Rutan.
Sebetulnya, di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan.
Hanya saja, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka.
Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara.
Prioritas penjagaan berada di menara pos utara. Karena, dulu ada informasi ada napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan.
Hingga kini, pihak rutan masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Hairul. Tim khusus dibentuk guna menangani persoalan ini.
Selain kamera pengawas, Aksi Hairul turut dipergoki oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31).
Sebagai informasi tiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang persis berhadapan bangunan Rutan.
Kala itu Dede sedang melayani dua pembeli.
Saat meramu es cincau, dia menatap bangunan Rutan sisi selatan.
Bersamaan, dia melihat ada napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan.
Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat.
Napi itu lantas bergerak ke arah Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Dede lantas buru-buru melapor ke petugas Rutan jika ada seorang napi kabur.
Petugas Rutan pun menindaklanjutinya.
Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek.
Kala kabur, napi itu mengenakan celana panjang hitam serta kaus hitam.
Selain itu, juga mengenakan kemeja krem. Namun saat kabur, kemeja itu tersangkut kawat.
Napi itu melepasnya dan menyampirkannya ke bahu.