Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu, mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia akibat tertimpa pohon, dua tower telekomunikasi roboh, puluhan rumah rusak, serta sejumlah akses jalan tertutup akibat pohon tumbang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Triadi Atmono di Trenggalek, Sabtu, mengatakan peristiwa angin kencang terjadi sejak pagi hingga siang hari dan berdampak di beberapa kecamatan, di antaranya Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.
"Sejak pukul 03.00 WIB hingga siang hari terjadi angin kencang di sejumlah wilayah Trenggalek. Dampaknya cukup luas, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga robohnya tower telekomunikasi," kata Triadi.
Di Kecamatan Durenan, angin kencang menyebabkan pohon trembesi berdiameter sekitar satu meter tumbang dan menimpa sebuah truk serta sepeda motor.
Seorang pengendara sepeda motor, Saiful Amin, mengalami sesak napas akibat benturan dan sempat dirawat di Puskesmas Durenan. Selain itu, pohon tumbang juga memutus jaringan kabel listrik di lokasi kejadian.
Sementara di Kecamatan Bendungan, sebuah tower telekomunikasi setinggi sekitar 42 meter roboh dan menimpa dapur serta kandang sapi milik warga Desa Botoputih.
Di wilayah yang sama, puluhan atap rumah warga di Desa Sumurup dilaporkan rusak akibat terpaan angin kencang.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Watulimo. Sebuah tower telekomunikasi setinggi 42 meter roboh dan menimpa dapur rumah warga Desa Dukuh.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Di Kecamatan Gandusari, pohon tumbang menutup akses jalan raya Gandusari-Kedunglurah.
Pada hari yang sama, seorang warga bernama Suhadi (58) meninggal dunia setelah tertimpa dahan pohon mahoni saat melintas di wilayah Desa Sukorame.
"Korban sempat dibawa ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat tertimpa ranting pohon,"' ujar Triadi.
Sedangkan di Kecamatan Tugu, pohon tumbang dilaporkan menimpa kabel telepon, tiang lampu jalan, serta sebuah kendaraan pikap di ruas Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Triadi menambahkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah diterjunkan ke seluruh lokasi terdampak untuk melakukan pembersihan pohon tumbang, pendataan kerusakan, serta pemulihan akses jalan.
"Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada, karena saat ini masih musim pancaroba dengan potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, wilayah Jawa Timur saat ini masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan intensitas sedang hingga lebat akibat siklon tropis luwana yang dipicu dinamika atmosfer pada masa peralihan musim.
BPBD Trenggalek mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat angin kencang serta segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar.







