TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menyampaikan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Pontianak. Ia mengungkapkan, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat.
"Tercatat kualitas udara Kota Pontianak mencapai kategori tidak sehat dengan angka ISPU 138 pada pukul 18.30. Namun, satu jam berikutnya kembali turun ke kategori sedang," ujar Syarif Usmulyono saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Sabtu 24 Januari 2026.
Meski sempat memburuk, secara umum kualitas udara di Kota Pontianak saat ini masih berada pada kategori sedang.
Oleh karena itu, belum ada pembatasan aktivitas masyarakat secara khusus.
"Secara umum kualitas udara Kota Pontianak masih dalam kategori sedang," katanya.
Meski demikian, DLH Kota Pontianak tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim panas yang rawan kebakaran.
Baca juga: Api Mendekat ke Rumah, Warga Sungai Raya Dilanda Kepanikan Akibat Karhutla
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah dan membuangnya di tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan," ucapnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu siaga dan memantau lahan atau pekarangan kosong yang dimiliki guna mencegah terjadinya kebakaran.
"Karena sudah masuk musim panas, masyarakat diminta selalu waspada, memantau lahan kosong, serta siaga terhadap bahaya kebakaran di lingkungan rumah masing-masing," tutupnya. (*)