Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Jenazah Capt. Andy Dahananto pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang merupakan salah satu korban kecelakaan udara di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa pada Minggu (25/1).

Pemakaman di TPU Ranca Sadang ini, dilakukan sebagai lokasi terdekat dari tempat tinggal almarhum Capt. Andy yang bertepatan di Perumahan PWS Tigaraksa, RW/RT 03/06, Desa Margasari.

"Rencananya jenazah Andy Dahananto dimakamkan di TPU Ranca Sadang besok Minggu (25/1) oleh keluarga," kata Ketua RT 06, Perumahan PWS Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Franciscus Nasir di Tangerang, Sabtu.

Ia menyebut, sebagai kesiapan penyambutan dan pemakaman jenazah pilot pesawat ATR 42-500, pihak keluarga telah menyiapkan sejumlah fasilitas mulai dari ambulans, liang lahat hingga tempat ibadah untuk shalat jenazah bila diperlukan.

Nasir bilang, pelaksanaan pemakaman akan diselenggarakan pada Minggu siang, pasalnya, jenazah akan terlebih dahulu dilakukan proses upacara penghormatan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelum diserahkan ke keluarga.

"Sepertinya hari Minggu itu jenazah sampe rumah duka siang, tetapi untuk kesiapan kita sudah siap, mulai penyambutan, pemakaman hingga tempat ibadah," tuturnya.

Dia menyampaikan, berdasarkan informasi dari keluarga bahwa untuk proses pemakaman itu rencananya akan dihadiri sejumlah pejabat baik dari Indonesia Air Transport sebagai perusahaan tempat Capt. Andy Dahananto bekerja hingga dari KKP.

Namun, katanya, untuk kepastiannya saat ini masih menunggu informasi lanjutan dari keluarga. Akan tetapi sejak Sabtu malam (24/1) rumah duka sudah mulai ramai dikunjungi petugas dan sejumlah karangan bunga duka cita.

"Kalau yang hadir pejabat atau siapa belum ada info siapa aja yang hadir. Tapi sejak sore sudah ada yang datang petugas KKP ke rumah duka," kata dia.

Berdasarkan informasi yang di himpun ANTARA, bahwa jenazah Capt Andy Dahananto diterbangkan dari Makassar pada pukul 21.30 WIT menuju Jakarta dengan ketibaan melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.

Dimana, almarhum Andy di terbangkan ke Jakarta bersama sembilan jenazah korban lainnya yang turut menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Dari ke sepuluh korban termasuk jenazah pilot Andy rencananya akan terlebih dahulu dilakukan proses upacara penghormatan di Kementerian Kelautan pada Minggu (25/1). Kemudian, masing-masing jenazah akan diserahkan langsung ke keluarga oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupateh Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Telah teridentifikasi seluruh korban sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang," ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Makassar.

Dia menyebutkan dari total 11 kantong yang diterima tim DVI dari tim SAR setelah evakuasi dari pegunungan tersebut, berdasarkan identifikasi tim DVI ditemukan kecocokan identitas 10 orang sesuai dengan manifest.

Dari 10 korban yang diidentifikasi sesuai dengan manifest serta identik dengan nama-nama korban. Berdasarkan kode Post Mortem (PM) 62.B.05 cocok dengan Ante Mortem (AM) 008, kantong kelima adalah Yoga Nouval Prakoso (penumpang) pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku operator foto udara. Alamat, Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kantong nomor PM 62.B.08 cocok dengan nomor AM 007 teridentifikasi Ferry Irawan usia 41 tahun sebagai pegawai KKP (penumpang), alamat Jalan Rawameneng Nomor 43 RT 04 RW 05, Desa Janti, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

Kantong nomor PM 62.B.07 cocok dengan nomor AM 001 teridentifikasi Muhammad Parhan Gunawan usia 26 tahun, beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, selaku Co-Pilot pesawat ATR 42-500.

Kantong nomor PM 62.B.06 dan PM 62.B.03 Body Part atau bagian tubuh cocok dengan AM 003 teridentifikasi sebagai Hariadi usai 57 tahun, alamat Perumahan Puri Kahuripan 3 Nomor 4, RT.003, RW.008 Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, selaku kru pesawat.

Kantong PM 62.B.09 cocok dengan nomor AM 005, teridentifikasi Dwi Murdiono usia 40 tahun, alamat Jalan Rajasari Perum Puri, Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat, selaku kru pesawat.

Kantong nomor PM 62.B.10A dan PM 62.B.10B berupa Body Part atau bagian tubuh, dan PM 62.B.05 properti cocok dengan AM 009 teridentifikasi Restu Adi Pribadi usia 40 tahun. Alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma, juga kru pesawat.

Kantong nomor PM 62.B.11 cocok dengan nomor AM 010, teridentifikasi Andi Dahananto usai 58 tahun, alamat Perumahan Tigaraksa, Desa Marga Sari Blok A1/36, Tangerang, Banten, diketahui merupakan pilot pesawat ATR 42-500.