Bandung (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai langkah strategis untuk mempercepat evakuasi warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Bima saat meninjau lokasi bencana di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan bahwa langkah percepatan upaya evakuasi tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto guna mengoptimalkan pencarian korban

“Modifikasi cuaca akan difokuskan di wilayah terdampak agar evakuasi dapat berjalan optimal. Ini juga sesuai arahan Presiden untuk memastikan tim di lapangan bisa bekerja aman dan warga terdampak mendapatkan perhatian penuh,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan upaya langkah cepat pemerintah daerah juga mencakup penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak bencana, sekaligus jaminan dukungan logistik dan insentif.

“Insentif ini bersifat sementara selama dua bulan, agar warga tetap terlindungi sambil menunggu solusi jangka panjang. Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah provinsi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” tuturnya.

Bima juga menegaskan modifikasi cuaca akan dipusatkan di Kecamatan Cisarua untuk memastikan kondisi aman bagi tim SAR dalam melakukan pencarian.

Upaya ini dilakukan agar pencarian dapat berjalan maksimal, meski medan sulit dan material longsor bercampur air menyulitkan evakuasi.

“Kami menerima laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan berpusat di daerah ini agar cuaca kondusif untuk pencarian warga yang masih terdampak. Arahan Presiden juga memastikan saya turun langsung ke lokasi untuk mengawasi koordinasi cepat pasca bencana,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tim SAR agar operasi pencarian dan evakuasi dapat berlangsung optimal.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan hunian sementara dan dukungan bagi warga terdampak, sehingga mereka tetap aman selama masa pemulihan pasca bencana.

“Langkah ini memastikan warga terdampak tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga mendapatkan kepastian dan dukungan sementara hingga mereka dapat kembali menata kehidupan normal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyebut bahwa operasi pencarian korban longsor pada hari pertama dihentikan sementara karena kondisi medan yang rawan.

"Jadi hari ini pencarian ditutup, dengan hasilnya 9 orang ditemukan utuh, 1 bagian tubuh, dan 81 masih dicari. Besok akan dilakukan pencarian mulai pukul 07.00 WIB," tutupnya.