TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kian serius memutus rantai ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) impor.
Setelah sukses melaju dengan mandatori B40, kini peta jalan menuju B50 tengah disiapkan.
Langkah ini menjadi strategi ganda: memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus menghemat devisa negara dengan menekan impor solar secara drastis.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rapor pemanfaatan biodiesel nasional menunjukkan tren positif yang konsisten.
Baca juga: Proyek RDMP Balikpapan Diresmikan, Pertagas Siap Pasok Gas Bumi untuk Operasional Kilang
Dimulai dari angka 9,3 juta kiloliter pada era B30 di tahun 2021, serapan biodiesel terus merangkak naik hingga menyentuh 13,2 juta kiloliter pada 2024 lewat program B35.
Surplus yang Membanggakan Memasuki pengujung 2025, implementasi B40 mencatatkan prestasi gemilang.
Realisasi konsumsi domestik mencapai 14,2 juta kiloliter, atau melampaui target awal sebesar 105,2 persen.
Efek dominonya pun nyata: impor solar berhasil dipangkas hingga 3,3 juta kiloliter.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa kombinasi antara mandatori biodiesel dan optimalisasi kilang nasional telah mengubah peta energi kita.
Beroperasinya proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi kunci utama Indonesia kini berada di posisi surplus.
Baca juga: RDMP Balikpapan Diresmikan, Rahmad Mas’ud: Jangan Ada Warga Lokal Jadi Penonton
"Dengan kapasitas produksi Pertamina saat ini, termasuk kontribusi RDMP Balikpapan dan akumulasi konsumsi B40, kita mengalami surplus pasokan solar sekitar 1,4 juta kiloliter," ujar Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Menuju Kemandirian Penuh 2026 Meski tengah berada di atas angin, pemerintah tidak berpuas diri.
Saat ini, uji teknis dan infrastruktur untuk kadar campuran yang lebih tinggi (B50) terus digodok.
Pemerintah mematok target ambisius, Indonesia harus sepenuhnya berhenti mengimpor solar pada tahun 2026 mendatang.
Baca juga: Dampak RDMP Balikpapan Diresmikan Presiden Prabowo: Pasokan BBM Lebih Stabil, Produksi LPG Bertambah
Tak berhenti di solar, radar kemandirian energi juga menyasar bahan bakar lain. Pemerintah bersama Pertamina tengah merancang strategi untuk menghentikan impor bensin oktan menengah dan tinggi pada 2027.
Bahkan, kelebihan pasokan solar saat ini direncanakan untuk dikonversi menjadi bahan baku avtur.
"Kami sedang bekerja keras agar kelebihan 1,4 juta kiloliter solar ini bisa diolah menjadi avtur," tutur Bahlil.
"Targetnya, pada 2027 kita benar-benar mandiri dan tidak perlu impor lagi," pungkas Bahlil dengan optimistis.