TRIBUNBEKASI.COM - Momen penalti ala panenka Kylian Mbappe saat membawa Real Madrid menang 2-0 atas Villarreal tak sekadar menentukan hasil pertandingan.
Di balik eksekusi dingin tersebut, tersimpan kisah emosional ketika Mbappe memeluk Brahim Diaz, menghadirkan kembali kenangan pahit sang gelandang yang pernah gagal lewat penalti serupa di panggung final.
Seperti diketahui Penalti panenkan meninggalkan perasaan getir bagi Brahim Diaz. Eksekusi penalti ala panenka Brahim Diaz ditangkap dengan mudah oleh kiper Senegal, Edouard Mendy di final Piala Afrika 2025 beberapa waktu lalu.
Brahim Diaz pun jadi kambing hitam kegagalan Maroko meraih gelar juara Piala Afrika 2025. Senegal pada akhirnya jadi juara berkat gol semata wayang pemain Villarreal Pape Gueye pada masa extra time.
Peluk Brahim Diaz Latar belakang ini menjadikan gestur Kylian Mbappe sangat bermakna.
Menurut laporan media Spanyol Diario As dan Movistar, Mbappe berkata "Por ti, por ti (untukmu, untukmu)" kepada Brahim Diaz usai mencetak gol penalti ala panenka ke gawang Villarreal.
Mbappe juga tampak memeluk Brahim Diaz ketika merayakan gol keduanya ke gawang Villarreal.
Kebersamaan ini jadi modal Real Madrid untuk terus bersaing di jalur juara. Berkat kemenangan atas Villarreal, tim beralias Los Blancos sementara ini berhak naik ke puncak klasemen.
Real Madrid mengoleksi 51 poin dari 21 pertandingan, unggul dua angka dari Barcelona yang baru akan memainkan partai pekan ke-21 pada Minggu (25/1/2026) ini.
“Hal pertama dari sebuah tim adalah memahami bahwa kami harus bersatu. Kami akan melalui situasi-situasi yang sangat sulit dan sangat menantang," ujar pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa dilansir dari Marca.
"Dan melalui kebersamaan itulah seseorang bisa mencapai tujuan. Itulah yang ingin saya tekankan kepada mereka sejak hari pertama, karena kami tidak punya banyak waktu untuk bekerja di lapangan."
"Bagi saya, yang paling penting adalah mereka tetap bersatu. Kami melihatnya Rabu lalu lewat kebersamaan di gol Vini, dan kami melihatnya lagi hari ini melalui Brahim."
"Saya menemukan sebuah kelompok yang luar biasa, para pemain yang sangat sehat secara mental, yang benar-benar saling menghargai satu sama lain, bekerja bersama, dan saling membantu,” tutur Arbeloa menambahkan.
(Kompas.com)