TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Kasus dugaan bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Polewali mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Seorang wiraswasta inisial M (32) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu (24/01/2026) malam.
Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali.
Baca juga: Keluarga Tolak Autopsi Jenazah Pria Ditemukan Meninggal Diduga Akhiri Hidup di Polman
Baca juga: BREAKING NEWS: Wiraswasta di Campalagian Polman Ditemukan Tewas Diduga Akhiri Hidup
Menurut polisi, berdasarkan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan awal dari pihak medis Puskesmas Katumbangan, korban ditemukan dengan luka jeratan pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain yang mengarah pada tindak pidana.
Pihak kepolisian telah melakukan seluruh prosedur penanganan, termasuk pengamanan TKP, pemeriksaan saksi, serta pengamanan barang bukti.
Pihak keluarga korban dikabarkan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana. Pihak keluarga juga menolak autopsi dan akan melaksanakan pemakaman sesuai dengan ketentuan agama,” ujar Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar AKP Budi Adi.
Ini merupakan kali kedua kasus serupa terjadi di Polman mulai awal hingga pekan keempat Januari.
Kasus pertama terjadi di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat digegerkan saat warga setempat digegerkan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu sore (4/1/2026) lalu.
Peristiwa ini mengundang perhatian warga sekitar dan aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui berinisial AS (35), warga Desa Bonde.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tergantung di salah satu bagian rumah dan diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri.
Kapolsek Campalagian IPTU H. Harifuddin menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak korban sekitar pukul 17.09 Wita.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi berat akibat permasalahan utang piutang yang berkaitan dengan judi online.
Korban juga diketahui sebelumnya pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
Sebelum pergantian tahun, tepatnya Desember 2025 juga terjadi kasus serupa saat seorang pria inisial JM (51) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di Dusun Lapeo, Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Sabtu, 28 Desember 2025.
"Menurut keterangan keluarga, korban menderita sakit maag bertahun-tahun dan sering meminta perutnya ditekan untuk meredakan rasa sakit," ujar Kapolsek Campalagian, Iptu Saifud.
Korban diketahui sempat mengeluhkan sakit maag yang kambuh pada Jumat, 27 Desember 2024, sehari sebelum kejadian tragis tersebut.
Dilansir dari laman Alodoc, bunuh dari masih bisa dicegah.
Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan, antara lain:
1. Mengenal lebih dalam tentang masalah kesehatan mental
Penting untuk mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan dengan segera dan memberikan intervensi yang tepat.
Konseling dan terapi psikologi dapat membantu individu untuk mengatasi masalah mereka dan mengurangi risiko bunuh diri.
2. Hilangkan stigma negatif seputar gangguan jiwa
Stigma seputar gangguan jiwa seringkali menghalangi individu untuk mencari bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan.
Hal ini yang kemudian membuat banyak orang merasa malu atau enggan untuk meminta bantuan dari orang terdekat atau profesional medis.
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang masalah kesehatan mental dan menghilangkan stigma, dapat membuat individu lebih nyaman untuk mencari perawatan.
3. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang tindakan bunuh diri
Masyarakat juga harus lebih menyadari tentang tanda-tanda dan gejala bunuh diri, agar mereka dapat mengenalinya dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang berpotensi melakukan bunuh diri.
4. Belajar mengelola stres dan masalah emosional
Mengajarkan keterampilan untuk mengelola stres dan masalah emosional, dapat membantu individu untuk mengatasi rasa putus asa dan tanpa harapan yang sering kali menjadi pemicu bunuh diri.
Caranya bisa dengan melakukan teknik relaksasi, meditasi, dan keterampilan koping yang sehat. (*)