Produsen Tahu di Jember Siasati Kenaikan Harga Kedelai
January 25, 2026 05:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kenaikan harga kedelai yang kini menembus Rp 9.500 per kilogram ternyata tidak terlalu berdampak terhadap keberlangsungan usaha Pabrik Tahu Jemhari di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pengelola Pabrik Tahu Jemhari, Ahmad Muzamil, mengatakan kenaikan harga bahan baku tersebut masih bisa disiasati dan tidak mengganggu proses produksi.

"Biasa aja, tidak berdampak," ujar Ahmad Muzamil, Pengelola Pabrik Tahu Jemhari Jember, Minggu (25/1/2026)

Muzamil menilai, naiknya harga kedelai di pasaran berlangsung bertahap, sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pengusaha produksi tahu.

"Naiknya tidak terlalu signifikan sih, jadi tidak ngaruh. Tapi memang itu kalau bahan baku naik, otomatis harga tahu juga naik," paparnya.

Menyiasati kondisi tersebut, Muzamil mengaku menaikkan harga jual tahu kepada konsumen.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik, Pedagang di Pasar Klojen Malang Lakukan Penyesuaian Ukuran Produk

"Dulu sebelum naik (harga kedelai), harga tahu satu timbang berisi 220 biji harganya Rp 70 ribu, tapi sekarang satu timbang harganya Rp 72 ribu," katanya.

Menurutnya, kebijakan menaikkan harga jual tersebut tidak dimasalahkan oleh konsumen, sebab kenaikan harga tahu cuma Rp 2.000.

"Mereka nyadar, naiknya cuma Rp 2 ribu jadi tidak terlalu berat," kata Muzamil.

Lebih lanjut, Muzamil mengaku juga tidak memberhentikan satu pun karyawannya, bahkan 16 tenaga kerjanya hingga kini masih memproduksi tahu.

"Sehari kami bisa memproduksi 350 kilogram hingga 400 kilogram kedelai, untuk dijadikan tahu. Selain itu kami juga menjual ampas tahu di peternak," pungkasnya.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Pabrik Tahu di Kota Blitar Pilih Kurangi Produksi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.