TRIBUNPALU.COM, PALU - Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang sebelumnya terdampar di perairan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kini berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jl Kartini, Kota Palu, Minggu (25/1/2026).
WNA Filipina itu dijemput dan dikawal langsung Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) dari Buol menuju Palu untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, mereka berada dalam masa karantina di Imigrasi Palu, menunggu langkah administratif dan pemulangan ke negara asalnya.
Seorang WNA Filipina bernama Banjir menceritakan kronologi peristiwa yang dialami.
Rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil.
Kapal itu membawa total 17 orang, terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.
Baca juga: Polres Buol Ungkap Fakta Penemuan WNA Filipina Di Buol, Berikut Daftar Namanya
Banjir menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.
Di tengah perjalanan, kapal mereka mengalami kebocoran parah, sehingga dua orang laki-laki, termasuk anak Banjir, harus berenang ke daratan Malaysia untuk meminta bantuan.
Sementara yang lain terombang-ambing di laut selama sekitar 13 hari.
Banjir mengungkapkan, kondisi di laut sangat berat. “Kalau sudah kehausan, kami hanya meminum air laut.
Selama 13 hari itu saya tidak makan sama sekali, demi anak-anak bisa makan. Kadang biskuit satu dipotong dua untuk mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, tekad bertahan hidup muncul karena ia harus menjaga anak-anak yang ikut bersamanya.
Banjir menjelaskan bahwa mereka sebelumnya sering menggunakan jalur laut Malaysia–Filipina, namun baru kali ini mengalami musibah.
Baca juga: Imigrasi Palu Dalami Data dan Periksa Administrasi untuk Pastikan Status 15 WNA Filipina
Tujuan perjalanan adalah menghadiri pesta keluarga di Filipina.
Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar lima jam.
Banjir sendiri berprofesi sebagai nelayan di Malaysia.
Cuaca ekstrem dan angin kencang memperparah keadaan, menjadikan pengalaman tersebut sangat menakutkan bagi seluruh penumpang.(*)