- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau agar seluruh warga Jawa Barat melangsungkan salat gaib atas korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.
Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor pada Minggu (25/1/2026).
Terlihat memakai busana berwarna putih yang dipenuhi lumpur, Dedi Mulyadi meninjau evakuasi jasad yang telah dibungkus kantong jenazah.
Hingga Minggu pagi, sebanyak 12 jasad ditemukan di titik bencana dan berhasil dievakuasi.
Enam jenazah sudah teridentifikasi sementara sekira 80 orang lagi masih dinyatakan hilang diduga tertimbun material longsor.
Dedi Mulyadi pun mengucapkan belasungkawa atas seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Pemimpin Jawa Barat itu juga mengajak seluruh warga di Jawa Barat untuk melangsungkan salat gaib dan mengirim alfaatihah.
Salat gaib adalah salat jenazah yang dilakukan untuk orang yang meninggal ketika jenazahnya tidak berada di hadapan orang yang menyalatkan, misalnya karena jarak yang jauh atau sudah dimakamkan, dengan hukumnya fardu kifayah.
Tata cara salat gaib mirip salat jenazah biasa (berdiri, empat takbir, tanpa rukuk/sujud), hanya saja niatnya khusus untuk jenazah gaib, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW untuk Raja Najasyi
Salat gaib kata Dedi dikirim untuk korban yang sudah ditemukan maupun yang belum.
Salat Gaib bisa dilangsungkan berjamaah atau secara sendiri-sendiri.
"Alfaatihah untuk para korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Semangat selalu untuk para petugas di lapangan. Dedikasi anda sekalian adalah kebaikan tak ternilai," kata Dedi.
"Diimbau kepada seluruh warga Jawa Barat agar melaksanakan Shalat Ghaib Jenazah untuk para korban meninggal yang sudah ditemukan maupun belum ditemukan, baik secara berjamaah maupun munfarid (sendiri-sendiri)," jelas Dedi.
Dedi berharap seluruh doa warga Jawa Barat dapat memudahkan para petugas lapangan untuk menemukan para korban.