Warga Histeris Ketakutan saat Tanah Longsor Menyapu Cisarua, Wawa 2 Kali Lolos Terjangan
January 25, 2026 08:39 PM

TRIBUNBATAM.id - Musibah tanah longsor menerjang di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih berjuang untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun tanah longsor.

Seorang korban bernama Wawa (40) memberikan kesaksian mencekam musibah tanah longsor tersebut.

Wawa mengaku  bersama puluhan warga lainnya berusaha menyelamatkan diri dari dalam kondisi gelap dan penuh kepanikan.

Rumah Wawa ternyata dekat dengan titik awal kejadian tanah longsor.

Wawa menyebut tanah longsor itu terjadi sebanyak dua kali.

Ketika insiden terjadi, Wawa berada di dalam rumah bersama keluarga kecilnya.

"Ada mungkin 30 menit, longsor kedua terjadi. Gemuruh gitu terus ada suara yang jatuh. Banyak yang menjerit ketakutan. Saya langsung menyelamatkan diri aja kabur yang jauh," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Minggu (25/1/2026).

Baca juga: Jeritan Terakhir Adik Tanu sebelum Ditelan Tanah Longsor Cisarua, Sempat Sembunyi di Kandang Sapi

Wawa melihat secara langsung kepanikan warga sekitar.

Banyak yang berteriak hingga mencari anggota keluarganya yang berpencar kemana-mana.

Ditambah, kondisi penerangan pada saat itu sangat minim hingga banyak yang terjatuh.

Di tengah situasi yang kacau tersebut, warga bahu membahu menolong satu sama lain.

Wawa mengungkapakan bahwa dirinya baru bisa mengungsi ke Kantor Desa Pasirlangu bersama warga lainnya itu pada pukul 05.00 WIB. 

"Waktu itu, ada 100 orang yang langsung mengungsi ke desa. Kalau sekarang mah sudah banyak."

"Saya enggak bawa apa-apa semua barang ditinggal. Cuma bawa baju yang dipakai aja. Allhamdulilah keluarga saya aman," katanya.

Meskipun begitu, Wawa mengungkapakan, saudara-saudaranya yang masih berada di dekat lingkungannya saat ini masih belum ditemukan.

Dirinya berharap bahwa semua saudaranya itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

"Saudara-saudara saya, kaya paman, bibi, sama keponakan yang rumahnya di dekat saya ada yang belum ketemu."

"Sampai sekarang kondisinya belum tahu, semoga saja ada yang sudah mengungsi ke tempat lain. Semoga pada sehat," ucapnya.

Wawa mengatakan, kondisi pengungsian saat ini sangat membutuhkan perlengkapan bayi.

Mulai dari pakaian bayi, susu bayi, hingga lainnya sangat dibutuhkan.

Namun untuk sejauh ini bantuan lainnya sudah mulai berdatangan.

"Kalau untuk orang dewasa, kebutuhan utamanya alat mandi, makanan, dan penghangat badan seperti selimut, matras, serta jaket," ujarnya.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.