Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan perempuan dari kalangan ibu di pengungsian korban longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami trauma berpengaruh.
Hal itu didapati Arifatul saat melakukan komunikasi dengan warga terdampak longsor di kantor Desa Pasirlangu yang dijadikan posko utama.
"Tadi kami berbicara dengan ibu-ibu terlihat sekali mereka mengalami trauma yang sangat berpengaruh, kalau dilihat dari cara berbicara. Kita akan berkoordinasi bagaimana layanan psikososial trauma healing ini bisa kita lakukan bersama sama untuk memberikan penguatan kembali," kata Arifatul di lokasi, Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Soroti Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua, Menteri LH Segera Turunkan Tim Ahli
Arifatul menuturkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman para pengungsi di posko. Apalagi posko pengungsian diisi oleh mayoritas ibu-ibu, anak-anak, lansia, hingga ibu hamil.
"Kami memastikan bahwa seluruh yang berada di pengungsian sementara ini tetap mendapatkan rasa aman, khususnya perempuan anak anak lansia dan juga disabilitas, perempuan yang menyusui dan mengandung atau hamil," katanya.
Pantauan di lokasi, trauma healing dilakukan oleh petugas terhadap anak-anak di selasar masjid desa. Raut riang gembira terlihat terpancar dari belasan anak yang mengikuti trauma healing.
Dari data Polda Jabar, hingga hari kedua longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, ada 105 warga yang terkonfirmasi dilaporkan hilang. Data tersebut meliputi 82 masyarakat sipil dan 23 TNI.
Jumlah kantung jenazah yang diterima oleh Tim DVI ada 25 kantung. Dari 25 kantung jenazah, 11 diantaranya telah teridentifikasi dengan nama-nama sebagai berikut:
1. Suryana, laki-laki, 57 tahun, masyarakat;
2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun, masyarakat;
3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun, masyarakat;
4. Nining, perempuan, 40 tahun, masyarakat;
5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun,
6. Lina Lismayanti 43 tahun
7. M Kori, laki-laki, 30 tahun, (Potongan tubuh berupa tangan).
8. AI Sumarni 35 tahun
9. Koswara 40 tahun
10. Koswara 26 tahun
11. Ayu Yuniarti 31 tahun