Muncul Sosok Istri Pertama Capt Andy Pilot ATR, Berasal dari Keluarga Berlatar Belakang Militer
January 26, 2026 02:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM – Setelah musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang menewaskan Capt Andy Dahananto, publik mulai menyoroti kehidupan pribadinya. 

Sosok istri pertama Capt Andy Dahananto akhirnya terungkap, diketahui memiliki latar belakang dari keluarga militer yang kuat. 

Kehadiran wanita ini membuka sisi lain dari kehidupan almarhum, di tengah kesedihan yang masih menyelimuti keluarga dan rekan-rekannya.

Baca juga: Istri Pertama Masih Harmonis dengan Capt Andy Pilot ATR, Istri Kedua Nangis Ingin Lihat Almarhum

Sosok istri pertama Capt Andy Dahananto (52) pilot pesawat ATR 42-500 akhirnya terungkap.

Sempat simpang siur di media sosial soal istri Capt Andy yang bernama Lina.

Sebab wanita itu kerap memposting kesedihannya atas peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Ia mengklaim dirinya sebagai istri dari Capt Andy, bahkan sampai dihubungi oleh Bupati 

Rupanya Lina diketahui merupakan istri kedua Capt Andy Dahananto.

Istri pertama Capt Andy

Sementara istri pertamanya adalah seorang wanita yang akrab disapa Bu Erwin.

Dari pernikahan dengan Bu Erwin, Capt Andy dikaruniai dua anak laki-laki.

Bahkan putranya itu juga menjadi pilot, meneruskan profesi sang ayah.

Istri pertama Capt Andy Dahananto diketahui berasal dari keluarga berlatar belakang militer.

Hal itu sama seperti sang suami yang juga berasar dari keluarga militer.

Baik Capt Andy dan Bu Erwin, keduanya paham betul arti tugas, disiplin, dan pengorbanan.

PESAWAT ATR JATUH - Sosok istri pertama Capt Andy Pilot ATR 42-500, bukan dari keluarga sembarangan.
PESAWAT ATR JATUH - Sosok istri pertama Capt Andy Pilot ATR 42-500, bukan dari keluarga sembarangan. (Kolase foto via TribunBogor)

Rupanya selama puluhan tahun menjalani pernikahan, Capt Andy dan Bu Erwin tidak pernah putus memberikan kabar.

Meski belakangan diketahui memiliki istri kedua, namun selalu menelepon sang istri saat hendak terbang.

Hampir di setiap penerbangannya, Bu Erwin selalu ada di samping Capt Andy melalui layar kecil di ponselnya.

Hal itu diungkap oleh adik ipar Capt Andy, Agus Mahardianto.

"Kakak saya, Ibu Andy Dananto beliau masih tidak percaya karena sudah terlalu sering ditinggal tugas. Ini anggapannya seperti tugas biasa, dan kemungkinan besok lusa pulang kembali ke rumah," ujarnya.

Agus menyebut kalau Capt Andy rutin melakukan video call kepada istrinya tiap kali take off dan landing.

Hal itu sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun Capt Andy bekerja di dunia penerbangan.

"Komunikasi terakhir Sabtu pagi jam 08.00 WIB, sebelum take off sudah biasa di Jogja beliau video call, dan biasanya setelah landing beliau juga video call. Itu yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun, tidak pernah absen," jelas dia.

Namun hingga sore hari, Capt Andy tak kunjung menghubungi sang istri seperti biasanya.

Bahkan Bu Erwin terkejut saat mendapat telepon dari tempat suaminya bekerja.

"Kemarin dengan kesibukan kita masing-masing, kita tunggu memang sampai dengan, harusnya kurang lebih jam 12.00 WIB sudah landing, tapi sampai jam 13 - 17 belum landing. Nah itu yang membuat kami khawatir, dari pihak IAT juga sudah menghubungi kami bahwa terjadi lost contac," tandasnya.

Namun pada Sabtu pagi (17/1/2026) sekitar pukul 08.00 itu, komunikasi terakhir mereka berisi permohonan doa dari Capt Andy.

“Doakan happy landing ya,” kata Agus menirukan ucapan Capt Andy.

SOSOK -- Kolase potret Captain Andy Dahananto dan istri keduanya, Lina | Widyarlina atau akrab disapa Lina, istri kedua Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, berharap bertemu suami untuk terakhir kalinya.
SOSOK -- Kolase potret Captain Andy Dahananto dan istri keduanya, Lina | Widyarlina atau akrab disapa Lina, istri kedua Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, berharap bertemu suami untuk terakhir kalinya. (Kolase Facebook Widyarlina)

Istri Kedua

Istri kedua Capt Andy Dahananto, Widyarlina atau yang akrab disapa Lina meminta bantuan untuk mencari keberadaan sang pilot pesawat ATR 42-500 itu.

Bantuan itu diminta oleh Lina ke rekan kerjanya di PT Vale Indonesia, Alfian Rauf atau yang akrab disapa Phiank.

Sementara itu Pada akun Facebooknya, Lina terus berharap agar Phiank bisa menemukan suaminya.

"Phiank help me...," tulisnya sambil menambahkan emoji menangis.

Ia juga terus menunggu kabar baik dari sahabatnya itu.

"MasyaAllah speechless ka liat temenku yang satu ini…

Tengkiyuuu Phiank dan team FES PTVI (Surya, Ramadhan dan Samsuddin) kalian terbaik, inshaAllah selalu sehat dan dilancarkan operasi pencariannya ya…
Saya tunggu update mu Phiaaaaankk nah…," tulis Lina.

Bahkan ia juga sempat chat dengan Phiank melalui WhatsApp.

Pada chat itu, Lina mengatakan kalau dirinya akan menunggu di Makassar hingga sang suami ditemukan.

"Iya Phiank, nunggu di Makassar ka Phiank. Mau ka ketemu Mas Andy tuk terakhir kalinya...," tulis Lina.

Semua korban sudah ditemukan

Hingga hari ke-7 pencarian, Tim SAR berhasil menemukan seluruh korban pesawat ATR 42-500.

Total sudah ada 10 kantong mayat yang sedang dilakukan proses evakuasi oleh Tim SAR.

"Alhamdulillah, paket (kantong jenazah) 9 pukul 08.55 Wita ditemukan. Dan (evakuasi) tetap dilakukan sesuai dengan rencana operasi tadi malam, yakni kembali kita mengupayakan untuk evakuasi, kami juga tetap melaksanakan misi utama dalam operasi yaitu, mencari (korban)," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Andi Sultan dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (23/1/2025).

Kemudian pada Jumat pagi ini, korban terakhir akhirnya ditemukan.

"Dan pada pukul 09.16 Wita, Alhamdulillah korban (paket 10) ditemukan," ucap Andi yang menahan haru dan tak mampu melanjutkan kalimatnya untuk sesaat.

Andi melanjutkan, paket yang ditemukan saat ini sedang dalam proses penanganan dan evakuasi tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.

Selain itu, kata dia, Tim SAR juga diperkuat dengan penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari dan Basarnas Palu yang akan melakukan proses evakuasi terhadap korban.

"Saat ini sedang proses evakuasi," ujarnya.

Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dan terkoordinasi hingga seluruh temuan berhasil dievakuasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.