TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Diterjang angin puting beliung, sebuah pohon berukuran besar tumbang di Dusun Salunaru, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Pohon tersebut roboh dan melintang tepat di badan jalan tani, sehingga menghambat akses warga yang sehari-hari melintas di jalur tersebut.
Peristiwa itu terjadi usai hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Bambalamotu.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Hari Ini, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Mamuju dan Angin Kencang di Majene
Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: Sagitarius Jangan Gegabah, Gemini Perlu Jaga Komunikasi
Batang pohon dengan diameter cukup besar menutup seluruh badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu bergerak cepat dengan menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (26/1/2026), Kalaksa BPBD Pasangkayu Arhamuddin bersama tujuh orang anggotanya terlihat berada di lokasi sejak pagi hari.
Personel BPBD menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong batang dan dahan pohon yang melintang di jalan.
Proses pembersihan berlangsung cukup hati-hati mengingat ukuran batang pohon yang besar serta kondisi jalan yang sempit dan berada di area perkebunan.
Beberapa personel terlihat membersihkan sisa ranting dan kayu yang berserakan, sementara lainnya mengatur jalur agar jalan tani dapat segera dilalui kembali.
Usai pembersihan, Arhamuddin mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil tani, salah satunya adalah sawit. Kalau tertutup, tentu sangat menghambat aktivitas warga,” ujar Arhamuddin di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, BPBD Pasangkayu selalu berupaya merespons cepat setiap laporan bencana, terutama yang berdampak langsung pada aktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Semoga apa yang kami kerjakan hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada, karena cuaca belakangan ini masih tidak menentu dan berpotensi menimbulkan kejadian serupa,” pungkasnya.
Setelah pembersihan selesai, jalan tani di Dusun Salunaru kembali dapat dilalui, dan aktivitas warga berangsur normal.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan