Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sigi terpantau masih stabil. Kondisi ini terlihat dari hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sigi di sejumlah pasar tradisional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Sigi, Herman, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan harga sejak minggu pertama Januari 2026.
Dari hasil pemantauan tersebut, belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan pada komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
“Alhamdulillah, sejak awal Januari hingga saat ini, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Herman (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Sigi, yang menggantikan, Dodot Kadis perindang Sebelumnya.
Ia menjelaskan, stabilnya harga bahan pokok menunjukkan daya beli masyarakat masih berada dalam kondisi yang cukup baik, didukung oleh ketersediaan pasokan yang relatif aman di tingkat pedagang.
Meski cuaca mendung menyelimuti wilayah Kabupaten Sigi, dengan awan gelap yang menutupi cahaya matahari, aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Menguat Senin 26 Januari 2026, Capai Rp16.768 per USD
Warga tampak antusias mendatangi pasar tradisional di Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat, yang rutin digelar setiap hari Senin, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pantauan tribunpalu.com di pasar tersebut, Senin (26/1/2026), menunjukkan harga beras medium masih berada di kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp13.500 per kilogram. Adapun harga jagung berada pada kisaran Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang beras, Amir, mengatakan stabilnya harga beras dipengaruhi oleh pasokan yang masih tercukupi di wilayah Kabupaten Sigi.
“Stok beras masih aman, jadi belum ada alasan harga naik,” kata Amir, ditemui Tribunpalu.com.
Herman menuturkan, stabilitas harga bahan pokok tidak terlepas dari langkah pengendalian yang secara rutin dilakukan oleh Disperindag Sigi melalui pemantauan langsung di pasar tradisional dan pusat distribusi, serta koordinasi dengan pedagang dan distributor.
“Kami rutin turun ke lapangan untuk memantau harga dan memastikan pasokan tetap lancar,” jelasnya, melalui pemantauan langsung kelapangan.
Selain pemantauan, Disperindag Sigi juga menyiapkan langkah antisipatif apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga, di antaranya melalui pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah.
Baca juga: Pemkab Poso Kukuhkan 484 PPPK Paruh Waktu, Bupati Verna Tekankan Profesionalisme
“Jika diperlukan, kami siap melaksanakan operasi pasar atau pasar murah untuk menahan lonjakan harga pada komoditas tertentu,” ungkap Herman, menjelaskan Disperindag Sigi, siap melaksanakan pasar murah.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Disperindag Sigi juga menyediakan informasi harga bahan pokok secara berkala melalui kanal resmi yang diperbarui setiap pekan.
“Kami menyajikan data harga dari Pasar Ranggulalo di Kecamatan Biromaru dan Pasar Tangarawa di Kecamatan Parigi melalui website resmi Disperindag Sigi,” katanya.
Dari sisi ketersediaan stok, Herman memastikan pasokan bahan pokok di Kabupaten Sigi masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut didukung oleh surplus produksi beras dari musim panen sebelumnya serta belum adanya laporan kekurangan pasokan yang mengkhawatirkan.
“Untuk stok pangan, kami pastikan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat pada periode awal tahun 2026,” ujarnya, mengingatkan stok kebutuhan pokok awal tahun diKabupaten Sigi, masih relatif aman.
Ia mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga dan ketersediaan stok tetap terjaga.(*)