BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Darsani, warga Desa Pulau Pinang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, dan Muhammad Hamli, warga Desa Lokpaikat, Kecamatan Lokpaikat, termasuk calon haji, yang aktif mengikuti manasik menghadapi keberangkatan 2026. Mereka mengikuti persiapan yang digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tapin di Kota Rantau.
Darsani mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci setelah mendaftar pada 2011. “Kalau jadi berangkat tahun ini, alhamdulillah. Sudah lama menunggu,” ujarnya usai manasik di Kantor Kemenhaj, Jumat (23/1).
Mengenai kesehatan, Darsani menyebut proses pemeriksaan kesehatan hampir rampung. Dia telah mengikuti tes kebugaran sebanyak dua kali, yaitu pada 2025 sebagai cadangan dan tahun ini. “Mudah-mudahan semuanya lancar dan sehat sampai berangkat,” katanya.
Untuk menjaga kondisi fisik, Darsani rutin mengikuti senam dan menjaga aktivitas sehari-hari. Petani ini pun mengaku terbiasa dengan aktivitas fisik.
Sedangkan Hamli mengaku rajin mengikuti manasik agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan sesuai tuntunan.
Baca juga: Update Penganiayaan di Sulingan Tabalong Tewaskan 1 Orang dan 1 Terluka, Kakak Beradik Diamankan
Baca juga: Misteri Identitas Mayat yang Mengapung di Pengayuan Banjarbaru, Temukan Ini di Kantong Celananya
Hamli, yang mendaftar haji pada 2012, juga mempersiapkan fisik dengan rutin berolahraga. “Setiap pagi saya jalan kaki sekitar 20 menit. Biasanya seminggu dua kali, di sekitar siring Rantau Baru,” ujarnya.
Dia berharap seluruh proses, baik kesehatan maupun administrasi, berjalan lancar hingga hari keberangkatan.
Zainuddin, yang juga terdaftar dalam keberangkatan 2026, juga mengaku setiap hari membiasakan diri berjalan kaki selama sekitar setengah jam. Aktivitas tersebut dilakukan seusai menunaikan salat subuh. “Sekitar pukul 06.00 Wita mulai jalan kaki, biasanya sampai pukul 06.30 Wita,” ujarnya.
Zainuddin mengatakan, kebiasaan berjalan kaki itu dilakukannya untuk melatih kekuatan otot kaki. Pasalnya, saat pelaksanaan ibadah haji, jemaah harus berjalan kaki sekitar 7 kilometer menuju titik kumpul di Mina, terutama saat menjalankan rangkaian ibadah melontar jumrah.
Selain menjaga kebugaran fisik, pengawas madrasah Kementerian Agama Tapin ini rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia bersama istrinya secara berkala memeriksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit.
Saat ini, Zainuddin menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Beringin, Kecamatan Candi Laras Selatan. Sementara itu, kondisi kesehatan jantung sang istri juga terus dipantau secara rutin di RSUD di Kota Banjarmasin. “Kebetulan saya punya rumah di Kota Marabahan, jadi lebih dekat untuk cek kesehatan di RSUD Banjarmasin,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, menyampaikan calon haji yang siap berangkat 2026 sebanyak 325 orang.
“Untuk Tapin kuotanya 326 orang. Namun dari hasil pemeriksaan kesehatan awal, ada satu orang yang direkomendasikan tidak bisa berangkat karena terindikasi memiliki gejala gagal ginjal dan jantung,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, apabila keberangkatan tetap dipaksakan, maka data kesehatan calon jemaah tersebut akan tertolak oleh sistem aplikasi kesehatan haji nasional. “Data kesehatannya tetap harus dimasukkan ke aplikasi, dan secara otomatis akan tertolak. Jadi mau tidak mau yang bersangkutan belum bisa berangkat tahun ini,” jelasnya.
Dengan demikian, sebanyak 325 calon haji asal Kabupaten Tapin dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 2026. (tar)