TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Viral aksi pencurian kotak amal masjid terjadi di rumah makan Trisna Jl Trans Sulawesi, Kelurahan, Pekkabata Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (26/1/2026).
Dalam video rekaman cctv nampak pelaku, pria dewasa ini datang mengendarai sepeda motor.
Pelaku nampak kenakan jaket kulit hitam, memakai helem dan sepeda motor Honda Revo fit nomor polisi DC 2578 PO.
Baca juga: Usai Aniaya Warganya Karena Dituduh Curi Buah Sawit, Ketuar RT Desa Pangalloang Mateng Khilaf
Baca juga: PNM Perkuat Gizi Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas Hingga Pekarangan Bergizi
Kotak amal masjid yang dititip di warung Makan Trisna ini menjadi sasaran pelaku.
Pelaku berhasil menggasak dua buah kotak amal berisi sejumlah uang Tunai.
Kotak amal milik masjid Ar Rahman Pekkabata dan Yayasan Panti asuhan Ashabul Jannah.
Dalam melancarkan aksinya, modus digunakan pelaku dengan berpura-pura sebagai panitia masjid dan yayasan.
Menurut pemilik warung Trisna, Nani mengatakan, pelaku datang pagi hari sebelum warung dibuka.
Pelaku mengaku sebagai panitia masjid dan hendak mengambil kitak amal yang terpajang di warung.
Nani menyebut karyawan warung sempat curiga atas gerak gerik pelaku saat datang hendak mengambil isi kotak amal.
"Modusnya itu, pelaku berpura-pura menjadi pengurus masjid, dan hendak ambil isi kotak amal," kata Nani kepada wartawan.
Nanik menjelaskan, kotak amal Panti Asuhan Yayasan Ashabul Jannah berhasil dibuka dengan cara dirusak menggunakan kunci khusus.
Sementara kotak amal masjid Ar Rahman tidak berhasil dibuka sehingga pelaku membawa isi bersama kotaknya.
Awalnya karyawan rumah makan tidak berani memberikan karena bosnya belum datang.
Namun kata Nani, pelaku terus memaksa sehingga karyawan pun memberikan kotak amal tersebut.
"Pelaku bilang saya ini pengurus masjid, sementara karyawan saya tidak hafal pengurus masjid," ungkapnya.
Disebutkan uang isi kotak amal milik Yayasan Panti asuhan dimasukkan pelaku kedalam jaket.
Sementara kotak amal masjid Ar Rahman dimasukkan ke dalam kantongan plastik.
Isi kedua kotak amal yang diambil tersebut diperkirakan sekitar Rp 500 ribu rupiah.
Saat ini pihak warung makan telah melaporkan kejadian ini kepada pihak panitia masjid.
Nani menyebut rekaman cctv itu sengaja disebar ke sosial media Facebook, agar pelaku takut untuk kembali beraksi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli