Ikan Mabuk di Waduk Jatiluhur Dijual Murah, Langsung Diserbu Warga, ''Enggak Busuk-busuk Amat,''
January 26, 2026 02:42 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Fenomena kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, justru dimanfaatkan sebagian warga untuk berburu ikan murah. 

Ratusan kilogram ikan yang mabuk akibat peristiwa upwelling menyusul cuaca ekstrem dijual dengan harga jauh di bawah pasaran dan diserbu warga dari berbagai daerah, Senin (26/1/2026).

Fenomena upwelling merupakan proses naiknya massa air dingin dari dasar laut atau danau ke permukaan akibat pergerakan angin atau arus.

Baca juga: Kematian Massal Ikan KJA Jatiluhur Purwakarta Meluas: Dipicu Fenomena Upwelling, Oksigen Drop

Fenomena ini membuat oksigen di perairan tersebut turun hingga bisa menyebabkan ribuan ikan mati mendadak.

Pantauan Tribunjabar.id, Senin (26/1), di sekitar perairan Waduk Jatiluhur, tepatnya di Dermaga Serpis, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, warga tampak berkerumun di tepi waduk untuk membeli ikan yang dikumpulkan dari Keramba Jaring Apung (KJA). 

Harga ikan yang biasanya dijual puluhan ribu rupiah per kilogram, kini bisa ditebus hanya Rp 10.000 per kilo.

Ina (36), warga Cinangka, mengaku sengaja datang ke Waduk Jatiluhur setelah mendengar kabar ikan mabuk yang dijual murah.

"Sengaja ke sini, dengar kabar ikan mabuk di Jatiluhur. Saya beli dua kilo aja," ujar Ina kepada wartawan di lokasi, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, harga ikan di waduk jauh lebih murah dibandingkan di pasar. "Kalau di sini Rp10.000 per kilo, jauh lebih murah dari pasar," katanya.

Masih Bisa Dimasak

Meski ikan berasal dari peristiwa kematian massal, Ina menilai ikan tersebut masih layak dikonsumsi.

"Masih layak, masih bisa ditiris, warnanya juga masih merah. Enggak terlalu busuk-busuk amat," ujarnya. 

Ikan tersebut, kata Ina, rencananya akan diolah dengan cara dipesmol.

Baca juga: Ikan Mati Massal di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Warga Ambil yang Masih Layak, Bakal Diolah Jadi Asin

Hal serupa diungkapkan Mimin (42), warga yang juga sengaja datang ke kawasan Waduk Jatiluhur untuk membeli ikan.

"Emang sengaja ke sini buat beli ikan, bukan main aja," katanya.

Mimin mengaku sudah mengetahui sebelumnya bahwa banyak ikan mabuk akibat kondisi cuaca ekstrem.

"Sudah tahu, makanya ke sini. Soalnya lebih murah dibanding harga normal," ujarnya.

Ia membeli ikan seharga Rp30.000 untuk beberapa ekor dan berencana mengolahnya menjadi pepes.

"Paling dipepes," ucapnya singkat.

Ikan Mati Massal

Diketahui, ratusan kilogram ikan air tawar, mulai dari ikan mas dan nila di Waduk Jatiluhur mati massal akibat fenomena upwelling, yakni naiknya massa air dari dasar waduk ke permukaan yang membawa endapan dan menurunkan kadar oksigen terlarut. 

Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa tersebut berdampak besar terhadap ikan-ikan budidaya di keramba jaring apung (KJA).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.