TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Pemerintah Kabupaten Takalar resmi meluncurkan logo dan filosofi program Takalar Cepat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (26/01/2026).
Momen ini sebagai penanda transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih responsif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, dalam rangkaian kegiatan Leaders Talk Kuartal I (Q1) 2026
Peluncuran logo Takalar Cepat dilakukan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi Wakil Bupati Takalar Hengki Yasin dan Sekretaris Daerah Takalar Muhammad Hasbi, disaksikan jajaran pimpinan OPD, camat, lurah, serta pejabat struktural lingkup Pemkab Takalar.
Program Takalar Cepat diperkenalkan sebagai sebuah janji pelayanan, bukan sekadar slogan atau jargon pemerintahan.
Filosofi tersebut ditegaskan Daeng Manye sebagai energi bersama yang harus menjadi bahan bakar kerja seluruh aparatur sipil negara.
Baca juga: ASN Pemkab Takalar Jangan Coba-coba Bolos Kerja! Daeng Manye: Absensinya Kelihatan di Hp Saya
Dalam slide presentasi yang ditampilkan, tertulis jelas pesan utama: “TAKALAR CEPAT ADALAH JANJI PELAYANAN.” Pesan itu menjadi inti dari transformasi pola pikir dan budaya kerja birokrasi di Kabupaten Takalar.
“Takalar Cepat ini bukan sekadar teriakan. Ini harus menjadi semangat dan napas kerja kita sehari-hari,” tegas Daeng Manye dalam pemaparannya, menegaskan konsistensi arah kepemimpinan yang sebelumnya juga disampaikan dalam forum Leaders Talk.
Ia menambahkan, energi yang dibangun di lingkungan pemerintahan harus diarahkan sepenuhnya untuk melayani masyarakat.
“Energi yang kita bangun di dalam pemerintahan ini adalah bahan bakar untuk melayani masyarakat,” ujar Daeng Manye.
Peluncuran logo Takalar Cepat dilakukan dengan prosesi simbolik.
Sebelum logo diperlihatkan, papan peluncuran berukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter tampak tertutup tirai, berdiri di bagian depan ruangan.
Suasana semakin khidmat ketika layar besar menampilkan hitung mundur angka peluncuran, yang disaksikan seluruh peserta dengan penuh perhatian.
Tepat pada hitungan terakhir, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menarik tirai papan logo.
Sementara Wakil Bupati Hengki Yasin berdiri di sisi kanan belakang Bupati, dan Sekretaris Daerah Muhammad Hasbi berada di sisi kiri, menandai resmi diluncurkannya logo Takalar Cepat.
Logo Kabupaten Takalar tampak disandingkan dengan branding TAKALAR CEPAT, dilengkapi aksen garis kecepatan berwarna merah dan biru di bagian bawah, yang merepresentasikan gerak cepat, sinergi, dan semangat transformasi birokrasi.
Selain logo, Pemkab Takalar juga memperkenalkan atribut budaya organisasi baru yang disebut Takalar Greetings atau Salam Takalar.
Dalam momen tersebut, Bupati Daeng Manye memimpin langsung Takalar Greetings, berdiri di depan peserta dan mencontohkan secara langsung gestur yang harus dilakukan ASN.
“Semangat pagi,” ucap Daeng Manye lantang sambil mencontohkan posisi tangan. Ia mengarahkan agar tangan di kepala tidak terlalu tinggi saat mengucapkan salam pembuka.
Ketika peserta menjawab “Luar biasa,” Daeng Manye kembali mencontohkan gestur dengan mengangkat tangan lebih tinggi, menandakan energi dan optimisme kerja.
Sementara pada seruan “Takalar Cepat,” Daeng Manye mengarahkan tangan ke depan dengan jari membentuk huruf C, sebagai simbol kecepatan, fokus, dan komitmen pelayanan.
Gestur tersebut diikuti serentak oleh peserta, menciptakan suasana kompak dan penuh semangat di dalam ruangan.
Salam Takalar ini diharapkan menjadi rutinitas pembuka aktivitas ASN setiap pagi, dengan rangkaian seruan “Semangat Pagi…!!” yang dijawab bersama “Pagi Pagi Pagi, Luar Biasa, Takalar Cepat!”
Dalam filosofi kerja Takalar Cepat, terdapat prinsip berpikir cepat, bertindak tepat, dan menghasilkan dampak nyata, sebagai fondasi pelayanan publik yang efisien dan terukur.
Daeng Manye menegaskan bahwa perubahan birokrasi tidak cukup hanya dengan sistem dan teknologi, tetapi harus dimulai dari perubahan sikap dan budaya kerja.
“Cerita pemerintahan digital bukan omong kosong. Ini harus kita laksanakan, dan budayanya harus kita bangun bersama,” ujar Daeng Manye, selaras dengan pemaparannya pada sesi transformasi digital sebelumnya.
Wakil Bupati Takalar, Hengki Yasin, menilai peluncuran Takalar Cepat sebagai penguatan identitas transformasi digital pemerintahan daerah.
“Takalar Cepat ini adalah penegasan arah. Bukan hanya cepat dalam pelayanan, tapi juga bagaimana budaya kerja ASN berubah menjadi lebih responsif, terukur, dan berbasis data,” kata Ayatullah Rawatib.
Ia menambahkan, branding Takalar Cepat akan menjadi identitas bersama seluruh perangkat daerah dalam menjalankan layanan publik yang transparan dan terintegrasi.
Peluncuran logo Takalar Cepat juga berlangsung dalam suasana kebersamaan.
Di sela-sela kegiatan, peserta dihibur oleh Famous Band yang membawakan lagu-lagu pop Indonesia dan Inggris.
Meski diselingi hiburan, fokus peserta tetap tertuju pada pesan utama transformasi birokrasi dan penguatan budaya kerja yang disampaikan langsung oleh Bupati Takalar.
Program Takalar Cepat menjadi benang merah antara digitalisasi pemerintahan, perubahan pola pikir ASN, dan peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Takalar.
Melalui peluncuran ini, Daeng Manye berharap seluruh ASN tidak lagi bekerja sekadar menjalankan rutinitas, tetapi menyadari bahwa setiap tindakan adalah bagian dari janji pelayanan kepada masyarakat.
Takalar Cepat pun diproyeksikan menjadi identitas baru birokrasi Takalar, yang tidak hanya cepat dalam proses, tetapi juga tepat dalam hasil dan nyata dirasakan oleh masyarakat.(*)