TRIBUNSUMSEL.COM - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam sistem kalender hijriah, diapit Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan.
Bulan Syaban termasuk salah satu bulan mulia. Seorang muslim yang berupaya membiasakan diri
bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, ia akan akan menuai kesuksesan di bulan Ramadhan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Bulan Syaban 1447 H/2026 bertepatan Senin, 20 Januari 2026.
Bulan Syaban 2026 diperkirakan akan berlangsung 30 hari, akhir Syaban dan awal Ramadhan masih harus melihat hilal.
Ulama yang juga pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah (LPD Al-Bahjah), Buya Yahya
dalam e-book HUJJAH ILMIAH Amalan di Bulan Sya'ban diakses Senin, 26 Januari 2026 menjelaskan
Bulan Syaban sungguh sangat diperhatikan Rasulullah SAW.
Ada beberapa hadits shahih tentang keutamaan Bulan Syaban, sebagai berikut:
1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لا يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لا يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: "Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka.
Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa (di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156
2. Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Khuzaimah dan beliau katakan hadits ini adalah shahih
عَنْ أَسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Sya'ban (karena seringnya), beliau menjawab: "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."
3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim:
عَنْ عَائِشَةَ لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Dari Sayyidah A'isyah ra beliau berkata: " Rasulullah SAW ShallAllahu 'Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa satu bulan lebih banyak dari bulan Sya'ban. Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya." (HR. Imam Bukhari no. 1970 dan Imam Muslim no. 1156)
Dalam lafazh Imam Muslim menyebutkan riwayat dari Sayyidah 'Aisyah RA dengan sedikit berbeda.
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلاً
"Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan sya'ban" (HR. Imam Muslim no. 1156)
Berdasarkan riwayat-riwayat tersebut di atas sungguh sangat jelas bahwa Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan Bulan Sya'ban dengan berpuasa.
Amalan Bulan Syaban
Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir).
Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan. Dalam bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang sangat perlu diperhatikan oleh kaum Muslimin.
Pada bulan ini, juga ada beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh para Salafuna shaleh untuk mempersiapkan dan melatih diri dengan memperbanyak ibadah dalam rangka menyambut bulan
Ramadhan.
Di antara amalan tersebut adalah:
1. Puasa
Puasa di bulan Sya’ban itu termasuk di sunnahkan karena untuk melatih agar nanti ketika Ramadhan tiba sudah terbiasa dengan puasa. Selain itu bulan ini juga banyak dilalaikan oleh manusia sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa hadits.
Namun tidak perlu mengkhususkan hari tertentu dari bulan Sya’ban untuk berpuasa karena
tidak ada hadits yang benar secara khusus menentukan hari tertentu untuk puasa. Yang ada adalah riwayat yang menjelaskan anjuran puasa bulan Sya’ban secara umum.
2. Menghidupkan Malam Nisfu Syaban
Jumhur ulama berpendapat bahwa menghidupkan malam nishfu Sya’ban hukumnya adalah sunnah, baik dengan cara beribadah secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, dan kita boleh mengisinya dengan bermacam-macam ibadah seperti puasa, shalat dan lain sebagainya.
Itulah yang dilakukan para ulama dalam menghidupkan malam nishfu Sya’ban.
Demikian ulasan Keutamaan Bulan Syaban 2026 dan Amalannya, Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Niat Sholat Sunnah Malam Nisfu Syaban 2026, Tata Cara dan Doanya Lengkap
Baca juga: 5 Amalan Malam Nisfu Syaban Menurut Sunnah, Dikerjakan Malam ke-15 Bulan Syaban 2026
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com