Seribu Guru di Kota Tasikmalaya Demo SPPG Jadi PPPK, Minta Pemerintah Tidak Pilih Kasih
January 26, 2026 06:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sekitar seribu guru dari Perhimpunan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya melakukan demo unjuk rasa di depan Balekota Tasikmalaya menuntut kebijakan pemerintah pusat soal pengangkatan pekerja SPPG menjadi PPPK, Senin (26/1/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pusat yang bakal mengangkat status kepala dapur, akuntan sampai ahli gizi menjadi PPPK penuh waktu.

Pada orasi tadi siang, massa terus meneriaki Wali Kota Tasikmalaya hingga Ketua DPRD yang tak hadir menemui ribuan guru madrasah, dan hanya dihadiri Wakil Wali Kota dan Sekda di depan Balekota Tasikmalaya.

Pantauan TribunPriangan.com, tadi siang massa membawa pamflet sebagai bentuk sindiran atas kebijakan pilih kasih yang memberikan pengangkatan SPPG menjadi PPPK dengan mudah.

Adapun tulisan kritik kepada pemerintah "murid naik kelas, SPPG naik kelas, guru harus ikhlas sampai "guru honorer kerja nyata, gaji drama menghiasai aksi demo di depan Balekota Tasikmalaya.

Baca juga: 6 Kepala SPPG Ciamis Jadi PPPK, Ratusan Lainnya Masih Menunggu

Massa pun sampai menyindir program prioritas Wali Kota Tasikmalaya yakni Tasik Pintar yang belum terasa ke wilayah. 

Karena, sampai massa membubarkan diri tidak nampak kehadiran Wali Kota maupun Ketua DPRD Kota Tasikmalaya menemui massa dari perhimpunan guru madrasah Kota Tasikmalaya.

"Kebijakan ini memang didasari dari Instruksi Presiden (Inpres) dengan mudah program menjadi kebijakan prioritas," ungkap Sekretaris PGM Kota Tasikmalaya Arif Ripandi ditemui saat orasi di depan Balekota Tasikmalaya, Senin (26/1/2026).

Arif menegaskan, kebijakan baru ini jangan sampai meninabobokan guru honorer. Karena, keberadaan dapur MBG merupakan dapur swasta tapi dengan mudah diangkat menjadi PPPK.

"Apakah ini adil tidak? Apakah Pemkot adil ke kita tidak? Bahkan, kita tidak menolak MBG, tetapi paling tidak ingat sekolah swasta yang telah lahir pertama sebelum ada dapur MBG," keluhnya.

Baca juga: Curhat Guru Honorer Asal Tasikmalaya Terkait Pegawai SPPG Jadi PPPK, Gaji Sebulan Cuma Rp900 Ribu

Ia pun menyindir ketidakhadiran Wali Kota maupun Ketua DPRD yang tidak mendengarkan aspirasi guru madrasah ke pemerintah daerah.

Arif juga mengungkapkan aksi ini sebuah keluh kesah nasib ribuan honorer yang telah mengabdi belasan tahun tapi kalah dengan pegawai SPPG yang baru bekerja 6 bulan.

"Jangan sampai kita kalah dengan pengabdian 6 bulan, sementara kita sudah berjuang belasan hingga puluhan menjadi honorer tapi tidak diperhatikan oleh pemerintah," kata Arif. 

Dirinya membandingkan pengabdian guru honorer madrasah harus dibayar dengan gaji yang tidak sepadan dengan perjuangan selama ini. Tapi pemerintah dengan mudah memberikan kebijakan bagi SPPG.

"Saat ini gaji guru honorer madrasah honorer yang mereka dapatkan sekitar Rp300 sampai 500. Kalau kita bandingkan pekerja di SPPG yang cuci piring, ahli gizi, berapa akuntan dan berapa kepala sppg, angkanya fantastis," tegas Arif. (*)

Baca juga: Forum Guru Honorer Kabupaten Tasikmalaya Prihatin Pegawai SPPG Diangkat Sebagai PPPK

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.