BANJARMASINPOST.CO.ID - Terdengar suara rintihan sebelum Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia, Polisi ungkap keterangan asisten rumah tangga (ART).
Tabir tentang penyebab pasti kematian selebgram Lula Lahfah di kamar apartemennya masih jadi perbincangan publik.
Hal ini juga jadi perhatian pihak kepolisian yang melakukan pengusutan.
Polisi memeriksa keterangan sejumlah saksi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, ditemukan kesaksian tentang adanya suara erangan atau rintihan sebelum Lula ditemukan meninggal dunia.
Kesaksian itu datang dari ART di apartemen Lula.
“Korban terakhir kali terlihat masuk kamar sekitar pukul 22.00 WIB. Lalu sekitar pukul 02.00 dini hari, ART mendengar korban seperti kesakitan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada awak media, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (26/1/2026).
Suara tersebut terdengar dari luar kamar korban yang saat itu terkunci dari dalam.
ART menduga Lula sedang mengalami kondisi tidak sehat sebelum meninggal dunia.
“ART mendengar dari luar kamar, suara erangan orang kesakitan,” ujarnya.
Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, ART mencoba mengetuk pintu kamar Lula, namun tidak mendapat respons. Hingga siang hari, Lula juga tak kunjung keluar kamar.
“Karena belum ada respons, ART kemudian melapor ke pihak sekuriti apartemen,” jelas Budi.
Sekitar sore hari, pihak sekuriti apartemen kembali dihubungi karena Lula masih belum bisa dipastikan kondisinya.
Atas persetujuan keluarga dan orang terdekat, teknisi apartemen akhirnya membuka paksa pintu kamar yang terkunci dari dalam.
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB, berdasarkan laporan sementara sekuriti,” ungkapnya.
Baca juga: Upaya Richard Lee Batalkan Status Tersangka Buat Geram Pihak Pelapor, Doktif Sampai Colek Presiden
Polisi memastikan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Namun, dari pemeriksaan luar oleh dokter RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan,” jelas Kombes Budi Hermanto.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah.
Langkah ini dilakukan guna menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap fakta terbaru dalam penyelidikan kematian selebgram Lula Lahfah di apartemennya, kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Polisi menyebut musisi sekaligus YouTuber Reza Arap diduga berada di kawasan apartemen Lula di hari sang selebgram meninggal dunia, Jumat (23/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengonfirmasi bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Reza Arap yang merupakan kekasih korban berada di lokasi saat jenazah ditemukan pada Jumat (26/1/2026).
"Sampai saat ini, dari keterangan saksi yang ada, diduga pacarnya (Reza Arap) ada di TKP. Oleh karena itu, kami akan melakukan klarifikasi terhadap saudara RA," ujar Iskandarsyah di Polres Metro Jakarta Selatan dikutip dari Tribunnews.com, Senin (26/1/2026).
Meski diduga berada di lokasi, pihak kepolisian masih mendalami secara rinci kapan tepatnya Reza Arap tiba di apartemen tersebut, apakah sebelum Lula Lahfah mengembuskan napas terakhir atau sesudah korban ditemukan oleh saksi lain.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa enam saksi untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut. Berdasarkan kronologi awal, jenazah Lula Lahfah pertama kali ditemukan oleh asisten pribadinya dan petugas keamanan apartemen.
“Saudara RA sejauh ini kooperatif dan dijadwalkan akan hadir untuk memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan,” tambah Iskandarsyah.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)