Ancaman Tikus Mengintai Lahan Pertanian Pasca Banjir, BPTPH Kalsel Siapkan Langkah Antisipasi
January 26, 2026 07:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Surutnya banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan tidak serta-merta mengakhiri persoalan di sektor pertanian. 

Justru setelah air menghilang, ancaman baru kerap muncul, salah satunya serangan hama tikus yang berpotensi merusak tanaman petani pada musim tanam.

Menyikapi kondisi tersebut, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah antisipasi sejak dini. 

Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, menyebut pengalaman di lapangan menunjukkan peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sering terjadi pasca banjir.

“Setelah banjir surut, biasanya muncul hama lanjutan. Tikus menjadi salah satu yang paling sering menyerang tanaman petani,” ujar Lestari, Senin (26/1/2026).

Sebagai langkah pencegahan, BPTPH telah menyiapkan bahan pengendali berupa rodentisida yang didistribusikan melalui brigade pengendalian di laboratorium BPTPH pada masing-masing wilayah kerja.

Baca juga: Pengungsi Banjir di Banjar Nihil, Warga Berangsur Kembali ke Rumah, Petugas Tetap Disiagakan

Selanjutnya, bahan tersebut didekatkan ke Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) agar dapat segera digunakan ketika terjadi serangan.

Menurut Lestari, pendistribusian bahan pengendali tidak dilakukan secara seragam, melainkan menyesuaikan kondisi riil di lapangan. Kebutuhan ditentukan berdasarkan laporan kejadian OPT yang disampaikan POPT.

“Jumlahnya tidak ditetapkan secara tetap. Kami sesuaikan dengan laporan dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Selain mengandalkan stok internal, BPTPH Kalsel juga menjalin koordinasi dengan dinas pertanian kabupaten dan kota. 

Pasalnya, masing-masing daerah juga memiliki anggaran pengadaan bahan pengendali seperti pestisida, rodentisida, hingga herbisida.

“Kami terus berkoordinasi agar ketersediaan bahan pengendali tetap aman, baik dari kami maupun dari dinas kabupaten dan kota,” kata Lestari.

Dia menambahkan, dukungan pengadaan bahan pengendali tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain dari APBD, BPTPH Kalsel juga menerima bantuan dropping langsung dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pestisida, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

“Itu bantuan langsung dari pusat berdasarkan permohonan, bukan dari anggaran internal kami,” ungkapnya.

Lebih jauh, Lestari berharap pendampingan kepada petani tidak hanya fokus pada pengendalian hama, tetapi juga pemulihan lahan pertanian pasca banjir. 

Perbaikan saluran air dan galangan sawah dinilai penting agar lahan siap ditanami kembali.

“Petugas di lapangan kami harapkan terus mendampingi petani, supaya pertanaman pada musim berikutnya bisa aman dan produksi tetap terjaga,”  jelasnya.

Adapun salah satu petani, Sodik di Gambut, mengaku serangan tikus bisa saja menjadi penghambat nantinya. "Mudah mudahan saja nanti berkurang. Soalnya masih mau tanam lagi usai banjir," kata dia. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.