Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Madiun menanggapi dugaan kemunculan hewan buas yang meresahkan peternak di Desa Padas, Desa Ngranget, dan Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Kabid KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro, mengatakan timnya telah mengumpulkan keterangan di lokasi kejadian.
Di mana hewan peternak ditemukan mengalami luka gigitan, bahkan belasan di antaranya mati.
“Diawali dengan koordinasi bersama aparat Kecamatan Dagangan, dan pemerintah desa untuk mendapatkan informasi awal adanya kejadian itu,” ujar Agustinus, Senin (26/1/2026).
Selanjutnya, tim BKSDA didampingi petugas terkait meninjau langsung lokasi kejadian untuk menelusuri jejak hewan pemangsa ternak.
“Setelah penyisiran di tiga lokasi berbeda sekitar kandang ternak, kami menemukan jejak hewan yang diduga sebagai pengganggu ternak,” terangnya.
Baca juga: 15 Kambing di Dagangan Madiun Mati Dengan Luka Gigitan, Peternak Temukan Jejak Hewan Liar Besar
Baca juga: Rumah Pensiunan PNS di Blitar Diacak-acak Maling, Perhiasan Hingga Sabun Mandi Raib, Rugi Rp30 Juta
Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, jejak tersebut berbentuk segitiga, tidak membulat, terdapat jejak kuku, dan lebar antara 4 sampai 5 centimeter.
“Diduga jejak tersebut adalah jejak anjing. Hal ini juga sesuai dengan beberapa informasi di lapangan yang berhasil dihimpun oleh Tim, bahwa Masyarakat setempat juga menduga bahwa hewan/satwa yang mengganggu ternak mereka adalah anjing,” jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi kandang ternak warga tersebut terletak di ladang yang berada cukup jauh dari pemukiman, sehingga penjagaan terhadap ternak di kandang tidak bisa dilakukan setiap saat.
Namun dengan adanya kejadian tersebut, para pemilik ternak telah melakukan penjagaan ternaknya lebih intensif terutama pada saat malam hari.
“Kami juga menghimbau kepada pemilik ternak agar tetap hati-hati pada saat menjaga ternaknya dan menghubungi petugas BBKSDA Jawa Timur jika melihat atau menemukan jejak hewan/satwa lainnya, yang memiliki ukuran lebih besar di sekitar lokasi kejadian,” tandas Agustinus.
Baca juga: Wabah PMK Serang Puluhan Sapi di Jombang, Dinas Peternakan Geber Vaksinasi Ternak