Wakil Bupati Muchsin Hasan Sidak ke RSUD Datu Beru, Ini Pengharapannya kepada Tenaga Medis
January 26, 2026 07:51 PM

 

PROHABA.CO, TAKENGON - Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Datu Beru untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar, Senin (26/1/2026).

Bahkan sebelumnya Muchsin Hasan sempat memantau aktivitas warung-warung di depan RSUD Datu Beru guna memastikan tidak ada oknum-oknum pegawai yang nongkrong di sana dan tidak menjalankan tugas pada waktunya.

Setelah memastikan tidak ada oknum pegawai yang 'bolos' selanjutnya, Wabup Muchsin langsung melihat rutinitas kegiatan di RSUD Datu Beru yang dimulai dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dimana di sana dipenuhi pasien baru untuk dirawat.

Dikatakan sidak tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran pelayanan di tengah isu mogok kerja calon P3K Paruh Waktu yang sempat menerpa Aceh Tengah beberapa waktu lalu.

"Saat ini kita melihat IGD berjalan lancar dan bisa kita pastikan melalui absen yang dilihat bahwa di IGD 100 persen petugas hadir baik itu PNS, P3K, maupun adik-adik calon P3K paruh waktu," ungkap Wabup Muchsin yang turut memeriksa absensi petugas IGD.

Wakil Direktur Umum RSUD Datu Beru, Winarno mengatakan bahwa rekan-rekan calon P3K Paruh Waktu sebagian besar tetap melaksanakan tugas di tengah isu mogok kerja.

Baca juga: Aceh Tengah Tuntaskan BNBA Bantuan Stimulan Rumah dan Jadi yang Pertama di Provinisi Aceh 

Baca juga: Bupati Aceh Tengah Haili Yoga Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Berikut Nama-Namanya

"Dari 459 Tenaga Kontrak RSUD Datu Beru yang di dalamnya terdapat 299 tenaga kesehatan, sebagian besar tetap masuk bekerja di tengah isu mogok kerja calon P3K Paruh Waktu," ungkap Winarno.

SIDAK WABUP ACEH TENGAH_1
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, sempat berbincang-bincang dengan keluarga pasien di Ruang Rawat Anak saat melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Datu Beru, Senin (26/1/2026). FOR PROHABA

Ia juga menjelaskan bahwa dalam minggu ini mereka tetap melaksanakan imbauan persuasif kepada rekan-rekan calon P3K Paruh Waktu yang belum hadir bekerja untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

"Sebagian besar keluhan rekan-rekan yang melaksanakan mogok kerja berkaitan dengan keluhan pembayaran jasa medis, untuk itu kita sudah mendorong setiap komite untuk memaksimalkan pembayaran jasa medis sembari memproses sistem pembayaran jasa medis yang baru pada tahun 2026" tambah Winarno.

Menanggapi isu mogok kerja, Wabup Muchsin tetap terbuka terhadap masukan-masukan yang bersifat membangun. 

Akan tetapi, aspirasi tersebut harus disampaikan dengan baik tanpa menghambat pelayanan umum masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tetap terbuka terhadap masukan-masukan yang bersifat membangun dalam semua bidang. 

Akan tetapi, saya harap masukan tersebut dapat disampaikan tanpa menghambat jalannya pelayanan kepada masyarakat" tegas Wabup Muchsin.

Baca juga: Aceh Tengah Pimpin Kinerja Pelayanan Publik di Aceh, Ungguli Banda Aceh dan Lhokseumawe

"Untuk saat ini di Ruang Rawat Anak sudah berjalan lancar, tidak ada lagi yang dirawat diselasar gedung karena lantai 2 gedung ini juga sudah bisa kita maksimalkan untuk merawat anak-anak yang dirawat" ungkap Wabup Muchsin dalam meninjau Gedung Rawat Anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Kabupaten Aceh Tengah, Drs Mursyid, M.Si, Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tengah, Drs. Alam Syuhada, MM, serta Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Tengah

Di akhir sidak Wabup Muchsin menegaskan bahwa Beliau akan mengadakan rapat dengan pihak RSUD Datu Beru dan beberapa pihak pengampu kebijakan untuk meluruskan beberapa isu dalam RSUD Datu Beru.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.