Polisi Kantongi Bukti Kematian Lula Lahfah, Dibawa ke Lab untuk Diuji, Jawab soal Isu Gas Whipcream
Tribun January 27, 2026 01:38 AM

Penyelidikan atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) hingga kini masih terus dilakukan oleh kepolisian.

Seiring berjalannya proses penyelidikan, berbagai spekulasi mulai beredar di tengah masyarakat, salah satunya terkait dugaan penggunaan gas whip cream.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian akhirnya angkat bicara.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menegaskan bahwa penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mendalami barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Menurut Andaru, kepolisian belum dapat menyampaikan kesimpulan apa pun sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan rampung.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan menunggu hasil analisis laboratorium forensik agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Untuk hal-hal seperti itu nanti akan kami sampaikan secara komprehensif. Tidak bisa disampaikan sepotong-sepotong,” ujar Andaru di Polda Metro Jaya, Senin (26/01/2026).

Sementara itu, penemuan jenazah Lula Lahfah bermula pada Jumat sore sekitar pukul 18.44 WIB.

Asisten Rumah Tangga (ART) korban mulai merasa khawatir setelah sejak pagi hari tidak mendapat respons ketika mengetuk pintu kamar yang terkunci dari dalam.

Kekhawatiran tersebut mendorong ART melapor kepada petugas keamanan apartemen.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan keamanan teknisi, pintu kamar akhirnya dibuka secara paksa.

Saat pintu berhasil dibuka, Lula ditemukan sudah tidak bernyawa.

Ia terbaring terlentang di atas kasur.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Kesaksian ART: Erangan Kesakitan pada Dini Hari

Mundur ke belakang sebelum kejadian, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkap kronologi berdasarkan kesaksian ART.

Lula diketahui pulang ke apartemen pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung masuk ke kamar.

Ketenangan malam itu terusik pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"ART mendengar dia kayak kesakitan (mengerang). Setelah itu jam 9 atau jam 10 pagi bangun diketok-ketok kamar nggak dibuka," jelas Budi Hermanto, Senin (26/1/2026).

LULA LAHFAH MENINGGAL - Lula Lahfah ditemukan tak bernyawa di kamar apartemennya di Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.44 WIB oleh petugas keamanan. Polisi langsung melakukan olah TKP sesuai prosedur standar
LULA LAHFAH MENINGGAL - Lula Lahfah ditemukan tak bernyawa di kamar apartemennya di Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.44 WIB oleh petugas keamanan. Polisi langsung melakukan olah TKP sesuai prosedur standar (Kolase TribunTrends/Instagram Lula Lahfah/Threads)

Isu Gas Whipcream 

Meninggalnya Lula Lahfah memicu berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk dugaan penggunaan gas whipcream.

Menanggapi hal itu, Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, meminta publik untuk tidak berspekulasi secara parsial.

Polisi menemukan fakta bahwa Lula Lahfah sedang dalam kondisi sakit sebelum meninggal.

Lila bahkan baru saja menjalani tindakan medis serius.

Temuan ini diperkuat dengan adanya obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI yang ditemukan penyidik di TKP.

Andaru menegaskan bahwa barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji secara ilmiah.

“Barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji,” ucap Andaru.

Saat ditanya apakah gas whipcream termasuk barang bukti yang diperiksa, Andaru memilih untuk menunggu hasil lengkap penyelidikan.

“Untuk hal-hal seperti itu nanti akan kami sampaikan secara komprehensif. Tidak bisa disampaikan sepotong-sepotong,” ujar Andaru.

Sejauh ini, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh saksi, mulai dari asisten pribadi, ART, sopir, sekuriti apartemen, termasuk kekasihnya, Reza Arap.

Polisi juga melibatkan dokter di lokasi dan para ahli untuk menjaga objektivitas.

Meski keluarga menolak autopsi, polisi tetap menempuh prosedur hukum yang sah untuk memastikan penyebab kematian Lula Lahfah secara terbuka.

“Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu dan kesabaran dari rekan-rekan serta masyarakat,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.