Muncul Fakta Baru Meninggalnya Lula Lahfah, Tunangan Reza Arap Ternyata Sempat Operasi Batu Ginjal
January 27, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar meninggalnya Lula Lahfah kembali menyita perhatian publik setelah terungkap fakta baru di balik kepergiannya.

Tunangan Reza Arap itu diketahui sempat menjalani operasi batu ginjal sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Informasi tersebut memunculkan pertanyaan soal kondisi kesehatan Lula dan kronologi lengkap yang mengiringi wafatnya.

Baca juga: Pengakuan Willie Salim soal Konten Giveaway Disebut Settingan, Terang-terangan sebut Format Hiburan

Fakta baru terkait kematian selebgram Lula Lahfah terkuak.

Seperti diketahui, penyebab meninggalnya Lula masih didalami pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, berdasarkan keterangan asisten rumah tangga (ART), Lula Lahfah sempat menjalani operasi batu ginjal sebelum meninggal dunia. 

Menurut Budi, operasi tersebut dilakukan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. 

Namun, kepolisian masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait waktu pelaksanaan operasi tersebut. 

"Iya, orang kesakitan, erangan itu didengar ART. Karena korban almarhum habis operasi batu ginjal, tanggalnya masih kami cek ke RSPI," kata Budi dalam keterangannya, Senin (26/1/2026). 

Selain operasi batu ginjal, Budi menyebut Lula juga memiliki riwayat asam lambung akut. 

"Habis operasi batu ginjal, sama asam lambung akut," tambahnya. 

Budi menjelaskan, ART sempat mendengar Lula mengerang kesakitan sekitar pukul 02.00 WIB, tepat pada hari meninggalnya. 

“Pokoknya malam itu Lula pulang sekitar jam 22.00 WIB, masuk kamar. Terus jam 02.00 dini hari, ART mendengar dia seperti kesakitan,” ungkap Budi. 

Sebagai informasi, Lula Lahfah meninggal dunia di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada 23 Januari 2026.

LULA LAHFAH MENINGGAL - Riwayat medis Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal di apartemennya pada Jumat (23/1/2026), sekuriti menjadi saksi kunci.
LULA LAHFAH MENINGGAL - Riwayat medis Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal di apartemennya pada Jumat (23/1/2026), sekuriti menjadi saksi kunci. (Instagram/@lulalahfah)

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemen

Terungkap kondisi Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar apartemen pada Jumat (23/1/2026). Ia sempat takut dan mengerang kesakitan.

Kondisi kesehatan diduga menjadi penyebab Lula meninggal dunia.

Ia ditemukan meninggal dunia dalam kamar lantai 25 Apartemen Essence Dharmawangsa, Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pukul 18.44 WIB, Jumat (23/1/2026).

Ayah Lula, Muhammad Feroz mengatakan bahwa kepergian sang anak sebagai takdir Allah.

"Gimana yah, emang udah takdir Allah, Allah lebih sayang dia," katanya.

Feroz juga melihat hubungan Lula dengan teman-teman sangat baik.

"Lihat dia sama temannya juga baik, dekat, baik," katanya.

Sebelum ditinggalkan, Feroz sama sekali tidak memiliki firasat apapun.

Namun ia mengatakan bahwa Lula sempat dirawat di rumah sakit saat awal tahun.

"Kalau firasat sih gak, cuman kan kita semua tau waktu tahun baru dia sempat masuk rumah sakit beberapa hari," katanya.

Kata Feroz, Lula Lahfah menderita GERD akut yang sering kali kambuh.

"Dia punya GERD yang sering kambuh, ada pembengkakan di usus," katanya.

Sakit inilah yang sering kali dikeluhkan Lula ke teman.

"Itu yang sering dia keluhkan. Dia ngeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri," kata Feroz.

Sahabat Lula, Keanu Gl mengatakan sebenarnya Lula harus menjalani operasi.

"Abis dirawat tuh dia pulang, terus dia harus masih operasi lagi sebenarnya," kata Keanu.

Malam sebelum ditemukan meninggal, Lula bercerita bahwa dia harus menjalani sejumlah tindakan medis lanjutan.

"Terus mau diperiksa tuh, dia bilang ke saya malamnya jam 10 malam, malam sebelum meninggal tuh dia ada pembengkakan usus, mau dimasukin kamera," katanya.

Ketika bercerita, kata Keanu, Lula merasa takut menjalani proses itu.

"Saya bilang tenang aja gak usah takut. Dia takut. Saya bilang, udah dzikir aja. Tapi ternyata besoknya udah gak ada," katanya.

REZA ARAP - Reza Arap saat berada di pemakaman Lula Lahfah di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
REZA ARAP - Reza Arap saat berada di pemakaman Lula Lahfah di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). (Istimewa via Bangkapos)

Kesaksian orang pertama yang menemukan Lula meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkap kesaksian orang pertama yang menemukan Lula meninggal.

Dia adalah Asiah, asisten rumah tangga (ART).

Pada Kamis (22/1/2026), Lula sampai di apartemen pukul 22.00 WIB.

Saat itu ia langsung masuk kamar.

"Dia pulang malam, sekitar jam 10 malam masuk kamar," katanya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Asiah mengaku mendengar Lula Lahfah mengerang kesakitan.

"ART mendengar dia kayak kesakitan," katanya.

Lalu pukul 09.00 WIB, Jumat (23/1/2026), Asiah mengetuk kamar Lula, tapi tidak ada jawaban.

Asiah berusaha memanggul sampai satu jam.

Setelah tidak ada respon, Asiah berinisiatif meminta bantuan manajemen apartemen untuk membuka kamar Lula yang terkunci dari dalam.

"Sore akhirnya lapor ke sekuriti lagi minta ada keluarga atau orang dekat yang bisa menjamin supaya teknisi mendobrak pintu kamar karena kamar terkunci dari dalam," katanya.

Benar saja, ketika dibuka Asiah mendapati Lula terbaring di atas kasur dengan kondisi mulut terbuka dan bibir membiru.

"Ditemukan dalam posisi tidur telentang berselimut dengan menggunakan kaus putih dan celana pendek hitam," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih.

Menurutnya di lokasi yang sama juga ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah.

"Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan," katanya.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.