TRIBUNWOW.COM - Puasa Ramadhan menjadi momen yang ditunggu seluruh umat Muslim.
Di bulan yang suci itu, Rasulullah bersabda bahwa pintu-pintu langit akan dibuka, serta setan dirantai agar manusia dapat menerima pahala yang sebanyak-banyaknya.
Hal ini sebagaimana hadis berikut:
“Ketika masuk bulan Ramadan terbukalah pintu-pintu langit, tertutup pintu-pintu neraka, dan dirantailah setan-setan”. (H.R. Bukhari no. 1899).
Maka dari itu, sudah sepatutnya seorang Muslim menyiapkan momen yang berharga tersebut.
Adapun Rasulullah pernah mencontohkan bahwa beliau senang berpuasa sebelum menyongsong bulan Ramadhan, yakni puasa yang dilakukan adalah puasa bulan Sya'ban.
Disebutkan dalam suatu hadis bahwa Rasulullah gemar berpuasa di bulan tersebut, bahkan terhitung hampir satu bulan penuh lamanya.
“Dari Aisyah RA berkata: Rasulullah Saw sering berpuasa sampai-sampai kami mengira bahwa beliadddu tidak akan berbuka (berpuasa terus). Dan beliau juga biasa berbuka (tidak puasa) sampai-sampai kami mengira bahwa beliau tidak berpuasa secara terus-menerus. Aku tidak pernah memperhatikan Rasulullah Saw berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadan. Dan aku juga tidak pernah memperhatikan beliau paling sering berpuasa (sunah) melainkan pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari no. 1956)
Baca juga: Hukum Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadhan serta Adab Berziarah dan Doa untuk Ahli Kubur
Dikutip dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa bulan sya'ban sejatinya tidak berbeda tata caranya dengan puasa pada umumnya, hanya yang membedakan adalah niat sebagai berikut:
Nawaitu shauma Sya'bāna lillāhi ta'ālā
Artinya: “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa sunnah Sya’ban tersebut dapat dilakukan mulai dari malam hari hingga siang hari sebelum waktu zawal (matahari tergelincir), dengan ketentuan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Sementara untuk waktu pelaksanaan, tidak ada tanggal khusus untuk melakukan puasa Sya'ban atau artinya boleh dilakukan kapan saja sepanjang itu memasuki bulan Sya'ban.
Adapun bulan Sya'ban dimulai dari tanggal 20 Januari 2026 hingga 18 Februari 2026.
Kendati puasa Sya'ban merupakan puasa sunnah, namun keutamaannya sangat besar, yakni mendapat syafaat Rasulullah di hari kiamat nanti.
Artinya: “Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang melaksanakan puasa, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.”
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)